Tiga Target Imtihan Semester Ganjil 2025-2026 Ponpes Al Amin Dumai Jenjang Ula, Wustha dan Aliyah

Terkini Kabar Santri Dumai – Ada 3 Pesan Kyai W Zainal Abidin dalam membuka Imtihan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025-2026 pada senin, 17 Nopember 2025 untuk Jenjang Ula/SD, Wustha/SMP dan Aliyah/SMA.

Pertama, Imtihan ini harus membawa makna, dengan diniatkan ibadah mengharapkan ridho Allah, sehingga ujian dalam 3 minggu kedepan akan mendatangkan berkah bagi guru, orang tua dan santri serta semua yang terlibat dalam pendidikan di Ponpes Al Amin Dumai.

Kedua, Imtihan ini harus membawa peningkatan, dengan bertambah ilmu diiringi akhlak mulia dan meningkat ibadahnya, kwalitas sholat dan tadarus Al qur’annya, baik bagi santri dan guru.

Ketiga, Imtihan ini harus menghasilkan karya baru, baik berupa prestasi atau keahlian baru bagi santri diberbagai bidang untuk mengangkat citra santri, orang tua, guru dan Pesantren.

Produk Hilirisasi Sawit Al Amin Collaboration Berbasis Kearifan Lokal Mendukung Kemajuan Sektor Ekonomi dan Keuangan Syari’ah

Jakarta Indonesia – Pondok Pesantren Al Amin Dumai merupakan Pondok Pesantren Pertama di Indonesia dalam sejarah santripreneur sawit Indonesia sejak di Launching Wapres KH. Ma’ruf Amin kamis 1 Oktober 2020 lalu yang terpilih menjadi Pesantren Terbaik se-Indonesia dan yang perdana mendapatkan penghargaan SIEXPO AWARD kategori Inovasi Santripreneur ProdukTurunan Sawit, yang diperoleh pada kamis, 07 Agustus 2025 pada ajang SIEXPO ke-3 tahun 2025.

Al Amin Pondok Pesantren Terbaik se-Indonesia Tahun 2025 Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit Dalam Ekosistem Antar Pesantren

Produk Handmade Berbasis Sawit Al Amin Dumai melalui Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin yang merupakan koperasi primer provinsi Riau diproduksi dengan melibatkan 3 pihak, pihak Ponpes Al Amin Dumai, Ponpes Azam Insan Darussalam (Yazid) Rokan Hulu dan Ponpes Al Majidiyah Rokan Hillir.

Produk berbasis sawit yang diproduksi dalam kolaborasi ada 4 jenis, aneka sabun dan kosmetik, aneka makanan dan aneka kerajinan tangan serta limbah untuk media tanam dan pupuk organik

Aneka Produk Kosmetik Handmade Santripreneur Sawit Al Amin Collaboration

A. UVSHIELD – SUNSCREEN SANTRIPRENEUR SAWIT

A. SALEP SANTRIPRENEUR SAWIT

Al Amin Dumai Hadir di Workshop Digital Marketing Direktorat Pesantren Kemenag RI

Pekanbaru Riau – Digital Marketing menjadi hal yang paling penting untuk mendukung program kemandirian pesantren. Direktorat Pesantren melalui Subdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan Workshop Digital Marketing kepada 15 Pondok Pesantren se-Riau dari perwakilan pesantren Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Siak pada jum’at-ahad, 14-16 Nopember 2025 di hotel Aryaduta Pekanbaru

Hebitren Riau : WIZSTREN Menjadi LAZ Pesantren Mendorong Kemajuan Santri dan Pemberdayaan Ekonomi

Semarang, Kabar Pesantren – Ketua Hebitren Riau KH W Zainal Abidin hadir dalam kegiatan Koordinasi Program Kemandirian Pesantren antara Hebitren Riau dan Direktorat Pesantren Kemenag RI di semarang, sabtu, 8 Nopember 2025.

Direktur Eksekutif WIZSTREN : Saatnya Dunia Pesantren Mengenalkan Secara Masif Keunikan WIZSTREN ditengah Masyarakat

Semarang, Berita Pesantren – Gus Robert dan Ning Kholilah hadir di Koordinasi Program Kemandirian Pesantren terkait memaksimal potensi wakaf zakat infaq dan sedekah melalui kalangan Pesantren pada sabtu, 08 Nopember 2025 di Hotel MG Setos Semarang.

Koordinasi Hebitren dan Direktorat Pesantren Terkait Program Kemandirian Pesantren Tahun 2025

Semarang, Berita Pesantren – Semangat keluarga Pesantren sejak dulu kembali disampaikan oleh Romo KH. Hasib Wahab Chasbullah Ketum Hebitren Indonesia disaat pembukaan kegiatan koordinasi Hebitren dan Direktorat Pesantren Kementerian RI di Hotel MG Setos Semarang, Sabtu, 08 Nopember 2025

Idaroh Wustha JATMAN Riau dan DPRD Provinsi Riau Sepakat Pentingnya Aspek Spiritual Melalui Thoriqoh Untuk Mendukung Pembangunan Dalam Memajukan Negeri

Berita Jatman Riau – Jajaran Idaroh Wustha Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah ( JATMAN ) Riau menjalin silaturahmi bersama Ketua DPRD Provinsi Riau pada senin 27 Oktober 2025 di Ruang Ketua DPRD Provinsi Riau.

Pertanian Poktan Ihyaul Ardhi Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai : Berkah Sinergi dan Kolaborasi Mengangkat Potensi Kearifan Lokal Untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi

Berita Santripreneur Tani – Pondok Pesantren Al Amin Dumai sejak berdiri tahun 2004 selain di Pendidikan dan Dakwah juga sudah fokus di Pemberdayaan Ekonomi, baik pertanian sayur dan buah, perkebunan sawit maupun olahan hasil pertanian dan perkebunan, pengolahan pupuk kandang dengan integrated farming system menuju kemandirian pupuk serta telah melaksanakan pengembangan model keuangan syari’ah dengan nama produk Qirodh.

Kondisi Lahan Akhir Oktober 2025 dan Rencana Budidaya 4 Lokasi Lahan Pertanian Sayur dan Buah di Lingkungan Pesantren Al Amin Dumai

Berikut kondisi 4 Lahan yang sedang proses pengolahan lahan pada Jum’at, 31 Oktober 2025 dengan total semua lahan untuk budidaya pertanian sayur dan buah Poktan Ihyaul Ardhi Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai seluas 1.707 M2.

Pengelolaan Lahan tersebut melibatkan Petani Pesantren yang terdiri dari guru, alumni dan santri senior bermitra dengan petani dan Poktan sekitar Pesantren Al Amin.

A. Gambar Lokasi Lahan A ( Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Panjang 63 M dan Lebar 15 M direncanakan melanjutkkan program tanam sebelumnya untuk budidaya butternut pumkin jacqueline dengan populasi 300 tanaman dengan masa penyemaian 1 minggu dan dari pindah tanam hingga panen butuh 3 bulan.

Dibutuhkan Modal : Benih 350 biji Rp. 1.050.000, Pupuk Perawatan Rp. 2.000.000, Pestisida Rp. 500.000, kebutuhan para-para ; kawat Rp. 500.000, total modal kerja periode tanam kedua Rp. 4.000.000, ditambah modal sebelumnya Rp. 8.000.000 total Rp. 12.050.000.

Estimasi Hasil : Dari 300 tanaman dengan hasil 3 Kg/tanaman total 900.000 Kg, harga Rp. 10.000/Kg total Rp. 9.000.000

Perencanaan Kedepan : setelah butternut pumkin jacqueline lahan pertanian A ini akan digunakan untuk budidaya pepaya california dengan populasi 100 tanaman karena lahan A ini tidak terdampak banjir. Setelah 7 bulan akan panen terus menerus hingga 2 tahun atau 3 tahun jika tidak terkena penyakit.

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan A :

B. Gambar Lokasi Lahan B ( Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Panjang 19 M dan Lebar 6 M + 11 M. Ada 6 guludan pendek masing masing panjang 5 meter dan ada 6 guludan panjang masing-masing panjang 9 meter. Direncanakan penanaman 2 guludan pendek dan panjang untuk butternut pumkin jacqueline dengan masa penyemaian 1 minggu dan dari pindah tanam hingga 3 bulan. Selain komoditi diatas yang akan ditanam cabe dan terong dengan masa penyemaian 1 bulan dan dari pindah tanam hingga panen 3 bulan.

Dibutuhkan Modal : Pupuk kandang 20 karung @ Rp. 25.000, Dolomit 4 karung @ Rp. 60.000, plastik mulsa 1 roll 200 meter @ Rp. 400.000,- benih butternut pumkin jacqueline 30 biji @ Rp. 3000, benih cabe 1 bungkus Rp. 150.000, benih terong 1 bungkus Rp. 100.000, instalasi pengairan 1 paket Rp. 1.000.000, pupuk organik perawatan 1 paket Rp. 1.000.000, pestisida nabati Rp. 500.000, total Rp. 3.980.000,-

Populasi Tanaman : terong 150 tanaman, cabe 150 tanaman dan butternut pumkin jacqueline 20 tanaman.

Estimasi Hasil : cabe 150 tanaman hasil 1 Kg/tanaman total 150 Kg harga @ Rp. 35.000 total Rp. 5.250.000,-. terong 150 tanaman hasil 3 Kg/tanaman total 450 Kg harga @ Rp. 7.000 total Rp. 3.150.000,- butternut pumkin jacqueline 20 tanaman hasil 3 Kg/tanaman total 60 Kg, harga Rp. 10.000, total Rp. 600.000.- Total seluruhnya Rp. 9.000.000. Dikurangi modal Rp. 3.980.000 keuntungan bersih Rp. 5.020.000,-

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan B :

C. Gambar Lokasi Lahan C ( Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Luas 500 M2 untuk budidaya sayur dan buah. Asal aset bangunan program Infratani Green House Bantuan DEKS Bank Indonesia tahun 2020 dengan total luas 500 M2. Yang 200 M2 digunakan khusus untuk budidaya buah anggur dan 300 M2 untuk sayur dan buah yang lain dengan jumlah 12 bedengan, 10 yang panjang dan 2 yang pendek. Setiap bedengan besar yang 10 bedengan dengan ukuran panjang 21 M dan lebar 25 CM dan bedengan yang pendek dengan ukuran 18 M dan lebar 25 CM.

Direncanakan Budidaya : Bayam brazil 5 bedengan, 7 bedengan untuk budidaya cabe dan terong. Populasi 280 tanaman cabe dan terong, masing-masing 140 tanaman dengan masa sampai panen : penyemaian 1 bulan, dari pindah tanam 3 bulan hingga panen.

Dibutuhkan Modal : Tanah hitam 1 truk Rp. 600.000, pupuk kandang 20 Karung @ Rp. 25.000,- benih cabe 1 bungkus Rp. 150.000, benih terong 1 bungkus Rp. 100.000, pupuk perawatan organik cair 1 paket Rp. 1.000.000, pestisida nabati 1 paket Rp. 500.000, total Rp. 2.850.000,

Estimasi Hasil Budidaya : Panen Cabe total 140 Kg harga Rp.35.000/Kg total Rp. 4.900.000, Panen terong total 420 Kg harga Rp. 7.000/Kg total Rp. 2.940.000. Total keseluruhan Rp. 7.840.000. Dikurangi modal Rp. 2.850.000, keuntungan Rp. 4.990.000,-

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan C :

D. Gambar Lokasi Lahan D ( 3 Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Panjang 33 M dan Lebar 9 M. Asal aset bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Kementerian Agama RI Tahun 2021.

Rencana Budidaya : Melon Inthanon dengan populasi 500 tanaman. Dibutuhkan : tanah hitam media 2 truk @ Rp. 600.000, pupuk kandang 50 karung @ Rp. 25.000, sekam padi 50 karung @ Rp. 22.000,- dolomit 4 karung @ Rp. 60.000, polybag 25 Kg @ Rp. 30.000,- bibit melon inthanon 1 pack / 600 butir Rp. 1.800.000, menambah Instalasi penyiraman perpipaan 1 paket Rp. 1.000.000, pupuk perawatan 1 paket Rp. 2.500.000, pestisida 1 paket Rp. 1.000.000, total Rp. 10.840.000,- Pertanaman biaya Rp. 21.680.-

Estimasi target penjualan : 1 tanaman target 1 buah dengan bobot 1,5 Kg. Harga per Kg Rp. 30.000,- total harga = Rp. 45.000/perbuah. Jika dikurang modal sebesar Rp. 21.680 keuntungan bersih = Rp. 23.320. dikali 500 tanaman, maka total Rp. 11.660.000,-

Rencana posisi Polybag Tanaman : Lebar ada 8 baris Polybag dan panjang 63 baris polybag total polybag 505 Polybag.

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan D :

Rekap Kebutuhan Modal, Estimasi Hasil dan Keuntungan 4 Lahan Selain Biaya Tenaga Kerja

  • Lahan A Rp. 4.050.000 Estimasi Hasil Rp. 9.000.000, Keuntungan Rp. 5.000.000,-
  • Lahan B Rp. 3.980.000 Estimasi Hasil Rp. 9.000.000, Keuntungan Rp. 5.020.000,-
  • Lahan C Rp. 2.850.000 Estimasi Hasil Rp. 7.840.000, Keuntungan Rp. 4.990.000,-
  • Lahan D Rp. 10.840.000 Estimasi Hasil Rp. 22.500.000, Keuntungan Rp.11.660.000,-
  • Total Rp. 21.720.000 Estimasi Hasil Rp.48.340.000, Keuntungan Rp.26.620.000,- dengan catatan untuk pengelolaan Budidaya di Lahan A masih memiliki tanggungan modal yang perlu di cicil sebesar Rp. 8.000.000, pada setiap panen dilahan tersebut.
  • Keterangan Penting : Khusus lahan C dan Lahan D memerlukan perbaikan di sarana prasarana pendukung, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp. 92.750.500,

Peluang Sinergi dan Kolaborasi Mendukung Program Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Al Amin Dumai serta Edu Agro Wisata

Pondok Pesantren Al Amin Dumai membuka peluang bagi pemerintah maupun swasta untuk bisa sinergi dan kolaborasi baik berupa mekanisme pola Hibah, pola pemberbedayaan Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf Produktif, atau pembiayaan dengan model dana bergulir agar Progam Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi, program Edu Agro Wisata bisa terwujud dan berjalan maksimal serta berkelanjutan.

Lanal Dumai Membersamai Agenda Hari Santri Kota Dumai 2025 dan Semangat Sinergi Membangun Negeri

Berita Santri – Santri Pondok Pesantren Al Amin Dumai perwakilan dari tingkat Ula/SD,Wustha/SMP dan Aliyah/SMA beserta seluruh majlis guru di semua tingkatan menyampaikan terima kasih khusus kepada Danlanal Dumai atas kebersamaannya dalam kegiatan Agenda Hari Santri Kota Dumai 2025 dengan memberikan dukungan 1 Unit Bus Lanal Dumai untuk antar jemput dari Pondok Pesantren Al Amin Bagan Keladi ke Lapangan Apel Bukit Gelanggang pada rabu, 29 Oktober 2025.

Kyai W Zainal Abidin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Dumai menyampaikan ucapan terima kasih tersebut kepada Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris via WA atas semangat membersamai santri. Semoga niat baik serta kebersamaan Danlanal Dumai beserta jajaran akan membawa keberkahan untuk kemajuan negeri tercinta.

“Kita, Pesantren dan Santri ingin banyak pihak bisa ikut kolaborasi dan sinergi memaksimalkan potensi yang ada di Pesantren dan santri, tidak hanya mendukung dalam kegiatan-kegiatan seperti ini saja, tapi kepada kegiatan yang lebih berdampak besar dan mempercepat berkembang dan majunya potensi yang luar biasa ada di santri dan Pesantren. Yang menarik khusus dari Danlanal Dumai Kolonel Laut Abdul Haris ini, bahwa Beliau mengembangkan program ketahanan pangan di lingkungan Lanal Dumai dengan melibatkan petani sekitar Lanal Dumai”. lanjut Kyai Zainal.

“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi istimewa kepada Danlanal Dumai, hal ini sangat berdampak bagi anggota prajurit Lanal Dumai dan masyarakat petani sekitar mendukung program kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan” ujar Kyai W Zainal yang juga selaku Rois Jatman Wustha Riau dan Ketua Hebitren Riau.

“Semangat Danlanal Dumai tersebut sangat baik jika nanti bisa juga disinergikan dengan Program Ketahanan Pangan yang ada di Ponpes Al Amin Dumai dan beberapa pesantren percontohan di wilayah kerja Lanal Dumai terkhusus pesantren yang sudah bermitra dengan Koperasi Produsen Kopontren Al Amin Dumai.

Untuk di Al Amin Dumai kita punya kolam untuk perikanan, ada beberapa lahan untuk pertanian dan ada juga greeen house yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian pesantren.

Di Rokan Hilir ada Ponpes Assasiyyah dengan tambak kerang dan hilirisasinya, Ponpes Al Ma’arif Siak Kecil Kabupaten Bengkalis dan Ponpes Al Huda Al Ilahiyyah Kabupaten Indragiri Hilir dengan tanaman padi dan beberapa Pondok Pesantren lainnya se-Riau yang juga diwilayah kerja Lanal Dumai.

Kita di Al Amin Dumai sendiri dalam mengembangkan sektor pertanian melibatkan santri sebagai edukasi, petani dan kelompok tani sekitar pesantren sebagai mitra untuk mendukung kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan pesantren bersama masyarakat” demikian harapan Kyai Zainal yang juga Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia.

“Terima kasih sekali lagi kepada Danlanal Dumai dan juga Anggota DPRD Kota Hajjah Jufrida atas semangat dan dukungannya beberapa bulan lalu ikut menjadi sponsor kegiatan Forum Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Berbasis Kearifan Lokal pada ahad, 22 Juni 2025 lalu dengan Narasumber Tim Ahli Kemenag RI di Pondok Pesantren Al Amin Dumai yang diikuti perwakilan dari 10 Pesantren se-Riau baik secara Offline maupun daring” ungkap Kyai Zainal.

EXPO Kemandirian Pesantren : Al Amin Dumai Memaksimalkan Transaksi Non Tunai Dengan QRIS

Pekanbaru, Santripreneur Indonesia – Selama kegiatan EXPO Kemandirian Pesantren Sempena Hari Santri 2025 di UIN Suska Riau pada Rabu-Kamis, 29-30 Oktober 2025 yang berlangsung di Pusat Kegiatan Mahasiswa ( PKM ), Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Kota Dumai di UIN Suska Riau memaksimalkan transaksi dengan QRIS. Koperasi Al Amin Dumai sangat mendukung upaya peningkatan transaksi non tunai. Hal ini sebagai langkah strategis menuju sistem pembayaran yang lebih efisien.

QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar pembayaran kode QR untuk memfasilitasi pembayaran nontunai sekaligus mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Sebelumnya, standardisasi kode QR ini telah melalui uji coba tahap pertama pada September hingga November 2018 dan dilanjutkan dengan uji coba tahap kedua pada April hingga Mei 2019. Dalam peluncurannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa QRIS mengusung semangat UNGGUL yang berarti:

  1. Universal
    Penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.
  2. Gampang
    Masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel.
  3. Untung
    Penggunaan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung secara efisien dengan hanya menggunakan satu kode QR untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.
  4. Langsung
    Pembayaran dengan QRIS langsung diproses seketika sehingga pengguna dan merchant dapat langsung mendapat notifikasi transaksi.​​

Nyai Muqni’ah Assa’idah Pengelola Unit Usaha Kopontren Al Amin Dumai mengatakan bahwa ada 10 Manfaat QRIS bagi Pemilik Usaha. Seorang pengusaha lagi menggunakan qris untuk menerima pembayaran. Para pemilik usaha dapat memperoleh berbagai manfaat QRIS berikut kemudahan untuk menerima pembayaran nontunai.

  1. Memudahkan pembayaran karena satu kode QR bisa menerima seluruh transaksi pembayaran dari berbagai aplikasi berbeda.
  2. Ikut mengimplementasikan metode pembayaran menggunakan QR universal yang nge-trend dan berguna untuk merchant.
  3. Meminimalisir risiko transaksi uang tunai, seperti terpapar virus atau bakteri selama masa pandemi.
  4. QRIS memungkinkan pengelolaan uang lebih mudah karena tidak perlu tunai kembalian.
  5. Pemasukan yang diperoleh dari penjualan langsung tersimpan di bank dan mudah dimonitori.
  6. Meminimalisir risiko uang tunai hilang atau dicuri dan risiko rugi karena pembayaran uang palsu.
  7. Penjualan meningkat karena pelanggan yang tidak membawa uang tunai tetap bisa bertransaksi.
  8. Performa rekening merchant yang baik bisa dibangun lewat transaksi rutin yang masuk ke rekening penampungan merchant di bank.
  9. Profil kredit merchant yang baik membuka peluang untuk memperoleh modal kerja lebih besar.
  10. Transaksi tercatat otomatis dan mendukung program nontunai yang diberlakukan pemerintah.