Idaroh Wustha JATMAN Riau dan DPRD Provinsi Riau Sepakat Pentingnya Aspek Spiritual Melalui Thoriqoh Untuk Mendukung Pembangunan Dalam Memajukan Negeri

Berita Jatman Riau – Jajaran Idaroh Wustha Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah ( JATMAN ) Riau menjalin silaturahmi bersama Ketua DPRD Provinsi Riau pada senin 27 Oktober 2025 di Ruang Ketua DPRD Provinsi Riau.

Pertanian Poktan Ihyaul Ardhi Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai : Berkah Sinergi dan Kolaborasi Mengangkat Potensi Kearifan Lokal Untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi

Berita Santripreneur Tani – Pondok Pesantren Al Amin Dumai sejak berdiri tahun 2004 selain di Pendidikan dan Dakwah juga sudah fokus di Pemberdayaan Ekonomi, baik pertanian sayur dan buah, perkebunan sawit maupun olahan hasil pertanian dan perkebunan, pengolahan pupuk kandang dengan integrated farming system menuju kemandirian pupuk serta telah melaksanakan pengembangan model keuangan syari’ah dengan nama produk Qirodh.

Kondisi Lahan Akhir Oktober 2025 dan Rencana Budidaya 4 Lokasi Lahan Pertanian Sayur dan Buah di Lingkungan Pesantren Al Amin Dumai

Berikut kondisi 4 Lahan yang sedang proses pengolahan lahan pada Jum’at, 31 Oktober 2025 dengan total semua lahan untuk budidaya pertanian sayur dan buah Poktan Ihyaul Ardhi Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai seluas 1.707 M2.

Pengelolaan Lahan tersebut melibatkan Petani Pesantren yang terdiri dari guru, alumni dan santri senior bermitra dengan petani dan Poktan sekitar Pesantren Al Amin.

A. Gambar Lokasi Lahan A ( Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Panjang 63 M dan Lebar 15 M direncanakan melanjutkkan program tanam sebelumnya untuk budidaya butternut pumkin jacqueline dengan populasi 300 tanaman dengan masa penyemaian 1 minggu dan dari pindah tanam hingga panen butuh 3 bulan.

Dibutuhkan Modal : Benih 350 biji Rp. 1.050.000, Pupuk Perawatan Rp. 2.000.000, Pestisida Rp. 500.000, kebutuhan para-para ; kawat Rp. 500.000, total modal kerja periode tanam kedua Rp. 4.000.000, ditambah modal sebelumnya Rp. 8.000.000 total Rp. 12.050.000.

Estimasi Hasil : Dari 300 tanaman dengan hasil 3 Kg/tanaman total 900.000 Kg, harga Rp. 10.000/Kg total Rp. 9.000.000

Perencanaan Kedepan : setelah butternut pumkin jacqueline lahan pertanian A ini akan digunakan untuk budidaya pepaya california dengan populasi 100 tanaman karena lahan A ini tidak terdampak banjir. Setelah 7 bulan akan panen terus menerus hingga 2 tahun atau 3 tahun jika tidak terkena penyakit.

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan A :

B. Gambar Lokasi Lahan B ( Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Panjang 19 M dan Lebar 6 M + 11 M. Ada 6 guludan pendek masing masing panjang 5 meter dan ada 6 guludan panjang masing-masing panjang 9 meter. Direncanakan penanaman 2 guludan pendek dan panjang untuk butternut pumkin jacqueline dengan masa penyemaian 1 minggu dan dari pindah tanam hingga 3 bulan. Selain komoditi diatas yang akan ditanam cabe dan terong dengan masa penyemaian 1 bulan dan dari pindah tanam hingga panen 3 bulan.

Dibutuhkan Modal : Pupuk kandang 20 karung @ Rp. 25.000, Dolomit 4 karung @ Rp. 60.000, plastik mulsa 1 roll 200 meter @ Rp. 400.000,- benih butternut pumkin jacqueline 30 biji @ Rp. 3000, benih cabe 1 bungkus Rp. 150.000, benih terong 1 bungkus Rp. 100.000, instalasi pengairan 1 paket Rp. 1.000.000, pupuk organik perawatan 1 paket Rp. 1.000.000, pestisida nabati Rp. 500.000, total Rp. 3.980.000,-

Populasi Tanaman : terong 150 tanaman, cabe 150 tanaman dan butternut pumkin jacqueline 20 tanaman.

Estimasi Hasil : cabe 150 tanaman hasil 1 Kg/tanaman total 150 Kg harga @ Rp. 35.000 total Rp. 5.250.000,-. terong 150 tanaman hasil 3 Kg/tanaman total 450 Kg harga @ Rp. 7.000 total Rp. 3.150.000,- butternut pumkin jacqueline 20 tanaman hasil 3 Kg/tanaman total 60 Kg, harga Rp. 10.000, total Rp. 600.000.- Total seluruhnya Rp. 9.000.000. Dikurangi modal Rp. 3.980.000 keuntungan bersih Rp. 5.020.000,-

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan B :

C. Gambar Lokasi Lahan C ( Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Luas 500 M2 untuk budidaya sayur dan buah. Asal aset bangunan program Infratani Green House Bantuan DEKS Bank Indonesia tahun 2020 dengan total luas 500 M2. Yang 200 M2 digunakan khusus untuk budidaya buah anggur dan 300 M2 untuk sayur dan buah yang lain dengan jumlah 12 bedengan, 10 yang panjang dan 2 yang pendek. Setiap bedengan besar yang 10 bedengan dengan ukuran panjang 21 M dan lebar 25 CM dan bedengan yang pendek dengan ukuran 18 M dan lebar 25 CM.

Direncanakan Budidaya : Bayam brazil 5 bedengan, 7 bedengan untuk budidaya cabe dan terong. Populasi 280 tanaman cabe dan terong, masing-masing 140 tanaman dengan masa sampai panen : penyemaian 1 bulan, dari pindah tanam 3 bulan hingga panen.

Dibutuhkan Modal : Tanah hitam 1 truk Rp. 600.000, pupuk kandang 20 Karung @ Rp. 25.000,- benih cabe 1 bungkus Rp. 150.000, benih terong 1 bungkus Rp. 100.000, pupuk perawatan organik cair 1 paket Rp. 1.000.000, pestisida nabati 1 paket Rp. 500.000, total Rp. 2.850.000,

Estimasi Hasil Budidaya : Panen Cabe total 140 Kg harga Rp.35.000/Kg total Rp. 4.900.000, Panen terong total 420 Kg harga Rp. 7.000/Kg total Rp. 2.940.000. Total keseluruhan Rp. 7.840.000. Dikurangi modal Rp. 2.850.000, keuntungan Rp. 4.990.000,-

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan C :

D. Gambar Lokasi Lahan D ( 3 Gambar dibawah ) Dengan rincian berikut : Panjang 33 M dan Lebar 9 M. Asal aset bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Kementerian Agama RI Tahun 2021.

Rencana Budidaya : Melon Inthanon dengan populasi 500 tanaman. Dibutuhkan : tanah hitam media 2 truk @ Rp. 600.000, pupuk kandang 50 karung @ Rp. 25.000, sekam padi 50 karung @ Rp. 22.000,- dolomit 4 karung @ Rp. 60.000, polybag 25 Kg @ Rp. 30.000,- bibit melon inthanon 1 pack / 600 butir Rp. 1.800.000, menambah Instalasi penyiraman perpipaan 1 paket Rp. 1.000.000, pupuk perawatan 1 paket Rp. 2.500.000, pestisida 1 paket Rp. 1.000.000, total Rp. 10.840.000,- Pertanaman biaya Rp. 21.680.-

Estimasi target penjualan : 1 tanaman target 1 buah dengan bobot 1,5 Kg. Harga per Kg Rp. 30.000,- total harga = Rp. 45.000/perbuah. Jika dikurang modal sebesar Rp. 21.680 keuntungan bersih = Rp. 23.320. dikali 500 tanaman, maka total Rp. 11.660.000,-

Rencana posisi Polybag Tanaman : Lebar ada 8 baris Polybag dan panjang 63 baris polybag total polybag 505 Polybag.

Dibawah ini kondisi lokasi dan foto lahan D :

Rekap Kebutuhan Modal, Estimasi Hasil dan Keuntungan 4 Lahan Selain Biaya Tenaga Kerja

  • Lahan A Rp. 4.050.000 Estimasi Hasil Rp. 9.000.000, Keuntungan Rp. 5.000.000,-
  • Lahan B Rp. 3.980.000 Estimasi Hasil Rp. 9.000.000, Keuntungan Rp. 5.020.000,-
  • Lahan C Rp. 2.850.000 Estimasi Hasil Rp. 7.840.000, Keuntungan Rp. 4.990.000,-
  • Lahan D Rp. 10.840.000 Estimasi Hasil Rp. 22.500.000, Keuntungan Rp.11.660.000,-
  • Total Rp. 21.720.000 Estimasi Hasil Rp.48.340.000, Keuntungan Rp.26.620.000,- dengan catatan untuk pengelolaan Budidaya di Lahan A masih memiliki tanggungan modal yang perlu di cicil sebesar Rp. 8.000.000, pada setiap panen dilahan tersebut.
  • Keterangan Penting : Khusus lahan C dan Lahan D memerlukan perbaikan di sarana prasarana pendukung, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp. 92.750.500,

Peluang Sinergi dan Kolaborasi Mendukung Program Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Al Amin Dumai serta Edu Agro Wisata

Pondok Pesantren Al Amin Dumai membuka peluang bagi pemerintah maupun swasta untuk bisa sinergi dan kolaborasi baik berupa mekanisme pola Hibah, pola pemberbedayaan Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf Produktif, atau pembiayaan dengan model dana bergulir agar Progam Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi, program Edu Agro Wisata bisa terwujud dan berjalan maksimal serta berkelanjutan.

Lanal Dumai Membersamai Agenda Hari Santri Kota Dumai 2025 dan Semangat Sinergi Membangun Negeri

Berita Santri – Santri Pondok Pesantren Al Amin Dumai perwakilan dari tingkat Ula/SD,Wustha/SMP dan Aliyah/SMA beserta seluruh majlis guru di semua tingkatan menyampaikan terima kasih khusus kepada Danlanal Dumai atas kebersamaannya dalam kegiatan Agenda Hari Santri Kota Dumai 2025 dengan memberikan dukungan 1 Unit Bus Lanal Dumai untuk antar jemput dari Pondok Pesantren Al Amin Bagan Keladi ke Lapangan Apel Bukit Gelanggang pada rabu, 29 Oktober 2025.

Kyai W Zainal Abidin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Dumai menyampaikan ucapan terima kasih tersebut kepada Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris via WA atas semangat membersamai santri. Semoga niat baik serta kebersamaan Danlanal Dumai beserta jajaran akan membawa keberkahan untuk kemajuan negeri tercinta.

“Kita, Pesantren dan Santri ingin banyak pihak bisa ikut kolaborasi dan sinergi memaksimalkan potensi yang ada di Pesantren dan santri, tidak hanya mendukung dalam kegiatan-kegiatan seperti ini saja, tapi kepada kegiatan yang lebih berdampak besar dan mempercepat berkembang dan majunya potensi yang luar biasa ada di santri dan Pesantren. Yang menarik khusus dari Danlanal Dumai Kolonel Laut Abdul Haris ini, bahwa Beliau mengembangkan program ketahanan pangan di lingkungan Lanal Dumai dengan melibatkan petani sekitar Lanal Dumai”. lanjut Kyai Zainal.

“Kami sangat bangga dan menyampaikan apresiasi istimewa kepada Danlanal Dumai, hal ini sangat berdampak bagi anggota prajurit Lanal Dumai dan masyarakat petani sekitar mendukung program kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan” ujar Kyai W Zainal yang juga selaku Rois Jatman Wustha Riau dan Ketua Hebitren Riau.

“Semangat Danlanal Dumai tersebut sangat baik jika nanti bisa juga disinergikan dengan Program Ketahanan Pangan yang ada di Ponpes Al Amin Dumai dan beberapa pesantren percontohan di wilayah kerja Lanal Dumai terkhusus pesantren yang sudah bermitra dengan Koperasi Produsen Kopontren Al Amin Dumai.

Untuk di Al Amin Dumai kita punya kolam untuk perikanan, ada beberapa lahan untuk pertanian dan ada juga greeen house yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian pesantren.

Di Rokan Hilir ada Ponpes Assasiyyah dengan tambak kerang dan hilirisasinya, Ponpes Al Ma’arif Siak Kecil Kabupaten Bengkalis dan Ponpes Al Huda Al Ilahiyyah Kabupaten Indragiri Hilir dengan tanaman padi dan beberapa Pondok Pesantren lainnya se-Riau yang juga diwilayah kerja Lanal Dumai.

Kita di Al Amin Dumai sendiri dalam mengembangkan sektor pertanian melibatkan santri sebagai edukasi, petani dan kelompok tani sekitar pesantren sebagai mitra untuk mendukung kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan pesantren bersama masyarakat” demikian harapan Kyai Zainal yang juga Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia.

“Terima kasih sekali lagi kepada Danlanal Dumai dan juga Anggota DPRD Kota Hajjah Jufrida atas semangat dan dukungannya beberapa bulan lalu ikut menjadi sponsor kegiatan Forum Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Berbasis Kearifan Lokal pada ahad, 22 Juni 2025 lalu dengan Narasumber Tim Ahli Kemenag RI di Pondok Pesantren Al Amin Dumai yang diikuti perwakilan dari 10 Pesantren se-Riau baik secara Offline maupun daring” ungkap Kyai Zainal.

EXPO Kemandirian Pesantren : Al Amin Dumai Memaksimalkan Transaksi Non Tunai Dengan QRIS

Pekanbaru, Santripreneur Indonesia – Selama kegiatan EXPO Kemandirian Pesantren Sempena Hari Santri 2025 di UIN Suska Riau pada Rabu-Kamis, 29-30 Oktober 2025 yang berlangsung di Pusat Kegiatan Mahasiswa ( PKM ), Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Kota Dumai di UIN Suska Riau memaksimalkan transaksi dengan QRIS. Koperasi Al Amin Dumai sangat mendukung upaya peningkatan transaksi non tunai. Hal ini sebagai langkah strategis menuju sistem pembayaran yang lebih efisien.

QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar pembayaran kode QR untuk memfasilitasi pembayaran nontunai sekaligus mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Sebelumnya, standardisasi kode QR ini telah melalui uji coba tahap pertama pada September hingga November 2018 dan dilanjutkan dengan uji coba tahap kedua pada April hingga Mei 2019. Dalam peluncurannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa QRIS mengusung semangat UNGGUL yang berarti:

  1. Universal
    Penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.
  2. Gampang
    Masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel.
  3. Untung
    Penggunaan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung secara efisien dengan hanya menggunakan satu kode QR untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.
  4. Langsung
    Pembayaran dengan QRIS langsung diproses seketika sehingga pengguna dan merchant dapat langsung mendapat notifikasi transaksi.​​

Nyai Muqni’ah Assa’idah Pengelola Unit Usaha Kopontren Al Amin Dumai mengatakan bahwa ada 10 Manfaat QRIS bagi Pemilik Usaha. Seorang pengusaha lagi menggunakan qris untuk menerima pembayaran. Para pemilik usaha dapat memperoleh berbagai manfaat QRIS berikut kemudahan untuk menerima pembayaran nontunai.

  1. Memudahkan pembayaran karena satu kode QR bisa menerima seluruh transaksi pembayaran dari berbagai aplikasi berbeda.
  2. Ikut mengimplementasikan metode pembayaran menggunakan QR universal yang nge-trend dan berguna untuk merchant.
  3. Meminimalisir risiko transaksi uang tunai, seperti terpapar virus atau bakteri selama masa pandemi.
  4. QRIS memungkinkan pengelolaan uang lebih mudah karena tidak perlu tunai kembalian.
  5. Pemasukan yang diperoleh dari penjualan langsung tersimpan di bank dan mudah dimonitori.
  6. Meminimalisir risiko uang tunai hilang atau dicuri dan risiko rugi karena pembayaran uang palsu.
  7. Penjualan meningkat karena pelanggan yang tidak membawa uang tunai tetap bisa bertransaksi.
  8. Performa rekening merchant yang baik bisa dibangun lewat transaksi rutin yang masuk ke rekening penampungan merchant di bank.
  9. Profil kredit merchant yang baik membuka peluang untuk memperoleh modal kerja lebih besar.
  10. Transaksi tercatat otomatis dan mendukung program nontunai yang diberlakukan pemerintah.

Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai Hadir di EXPO Kemandirian Pesantren UIN Suska Riau Sempena Hari Santri 2025: Mendorong Kemajuan Potensi Kearifan Lokal Pesantren Sektor Pertanian dan Sawit Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan

Berita Santripreneur Riau – Pondok Pesantren Al Amin Dumai melalui BUMPES Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Kota Dumai yang merupakan Koperasi Primer Provinsi Riau ini hadir pada Event Expo Kemandirian Pesantren Sempena Hari Santri Tahun 2025 di UIN Suska Riau pada Rabu-Kamis (29-30/10/2025). Hadir Nyai Muqni’ah Assa’idah, S.Pd.I dan Ustadzah Nur Anisah, SP yang merupakan pengelola kegiatan usaha Pesantren Al Amin Dumai di Koperasi Produsen juga guru di Jenjang Wustha/SMP dan Aliyah/SMA Pondok Pesantren Al Amin Dumai.

Booth Al Amin Dumai menampilkan aneka produk kearifan lokal berbasis pertanian dan perkebunan sawit serta hilirirasinya dengan berbagai produk dan olahan. Ada produk olahan makanan dengan mengenalkan manfaat besar dari minyak goreng sawit untuk kesehatan, produk coklat sawit, rawon sawit, aneka keripik, aneka kerupuk, sabun dan kosmetik, kerajinan lidi sawit, butternut pumkin jacqueline diantara hasil budidaya Poktan Ihyaul Ardhi Al Amin Dumai, menyediakan baglog jamur tiram bagi pesantren dan warga yang ingin budidaya jamur tiram, limbah sawit untuk media tanam dan pupuk kompos serta promosi mengajak untuk penggunaan QRIS transaksi non tunai.

Khusus produk sabun dan kosmetik berbahan sawit adalah produk kolaborasi pesantren anggota Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin yang merupakan koperasi primer Provinsi Riau, dengan melibatkan tiga pesantren, yaitu Al Amin Dumai, Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu dan Al Majidiyah Rokan Hilir. Beberapa Produk Olahan tersebut juga telah menjadi produk unggulan Kota Dumai oleh BRIDA Dumai sejak tahun 2024 lalu.

Kyai W. Zainal Abdidin mengatakan bahwa Al Amin Dumai hadir dengan niat mengajak semua pihak baik kalangan pesantren maupun pihak UIN Suska Riau serta pengunjung yang hadir untuk menjalin sinergi dan kolaborasi dalam upaya memaksimalkan keberadaan potensi pesantren baik SDA maupun SDM yang ada sehingga mampu mendorong Kemajuan Potensi Kearifan Lokal Pesantren Sektor Pertanian dan Sawit dengan pengembangan yang berbasis ekonomi dan keuangan syariah menuju kemandirian ekonomi yang Berkelanjutan. Hal ini selaras dengan amanat UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 bahwa salah satu peran dan fungsi pesantren adalah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau menjadi tuan rumah pelaksanaan Event Expo Kemandirian Pesantren yang diikuti oleh 35 Pondok Pesantren Penerima Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren sejak tahun 2021 hingga 2025 yang totalnya ada 45 Pondok Pesantren se-Riau. Kegiatan berlangsung di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau.

Acara ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional serta menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpesantren di Riau. Selain menampilkan pameran hasil karya dan produk unggulan pesantren, kegiatan ini juga diisi dengan kompetisi pidato Bahasa Arab yang menampilkan kemampuan retorika dan kebahasaan para santri.

Rektor UIN Suska Riau, Yang diwakili Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Prof. H. Raihani M.Ed. P.hD dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap event tersebut dapat menjadi wadah untuk menampilkan potensi dan kemandirian pesantren, sekaligus memperkuat peran santri dalam pengembangan ekonomi dan kebudayaan Islam di Riau.

“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat. Melalui expo ini, kita ingin menunjukkan bahwa pesantren mampu mandiri dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat mendorong pesantren untuk terus berinovasi dalam pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan mutu pendidikan.

Selain Event Expo Kemandirian Pesantren diselenggarakan juga Lomba Pidato Bahasa Arab. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta terhadap Bahasa Arab di kalangan santri.

Dengan semangat Hari Santri Nasional, UIN Suska Riau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang mendorong kemajuan pesantren dan penguatan karakter santri di Provinsi Riau.

Apel Peringatan Hari Santri Kota Dumai 2025

Berita Santri Dumai- Dewan Penasehat Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Dumai, yang juga Ketua FKPP Kota Dumai Periode 2016-2024, Kyai W Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd, menghadiri Upacara Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Dumai Tahun 2025 di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Jalan H.R. Soebrantas, Teluk Binjai, Rabu (29/10/2025) pagi.

Hari Santri Kota Dumai Tahun 2025 dilaksanakan oleh FKPP Kota Dumai dengan 2 agenda kegiatan, Jalan Santai yang dilaksanakan Sabtu, 25 Oktober 2025 dan Apel Peringatan Hari Santri disertai Penampilan Seni Santri Kota Dumai pada hari ini Rabu, 29 Oktober 2025. Hadir dari Kemenag Dumai, H. Alfian didampingi Ketua DWP Kemenag Dumai Neny Suharni Sofyan dan Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Januarizal, Jajaran Forkopimda, hadir juga Ketua BNN Dumai AKBP Sasli Rais, Baznas Kota Dumai, Ustadz Totok Mulyadi dan tamu undangan lainnya.

Upacara yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Dumai H. Paisal, yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan Pidato Resmi Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Santri 1447 Hijriyah.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri seluruh unsur Forkopimda, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Dumai, tokoh agama, ribuan santri, serta berbagai elemen masyarakat. Suasana penuh semangat nasionalisme dan religius tampak mewarnai jalannya peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.

Pada kesempatan tersebut Kakan Kemenag Dumai H. Alfian usai kegiatan apel menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para santri yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia.

Kyai W Zainal Abidin yang juga Pimpinan Ponpes Al Amin Dumai menyampaikan bahwa sudah saatnya negara dan semua pihak ikut hadir dan bersama santri dan pesantren bergandengan tangan.

“Santri dan Pesantren adalah aset berharga bangsa Indonesia, keberadaanya sangat besar memberikan kontribusi kepada masyarakat dan negara. Peringatan Hari Santri di Kota Dumai dilaksanakan sejak tahun 2016 di Kota Dumai dengan tujuan agar menjadi pengingat akan peran besar santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang damai, memperkuat persatuan bangsa, dan meneguhkan semangat kebangsaan,” tegas Kyai W Zainal yang juga sebagai Rois Jatman Wustha Riau ini.

Lebih lanjut, Kyai W Zainal Abidin menyampaikan diera mengisi kemerdekaan ini pentingnya tiga nilai yang harus dimiliki santri yang nantinya akan menjadikan santri mampu berperan besar dalam memajukan bangsa. Pertama, santri harus terbiasa dengan gerak cepat merespon hal-hal baik untuk mamajukan lingkungannya, kedua, jika mendapatkan amanah dilaksanakan dengan baik dan cepat, ketiga, tidak mudah terprovokasi hal-hal negatif yang akan merugikan diri dan orang lain.

“Peringatan Hari Santri ini selain menjadi ajang silaturahmi antar komponen anak bangsa dan momen kembali bagi santri untuk terus menjalin sinergi dan kolaborasi mengangkat potensi kearifan lokal, mengingat masih banyak tugas mulia santri untuk memajukan masyarakat, agama, bangsa dan negara,” ujar Kyai W Zainal Abidin yang juga selaku Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia ( FEPI ) ini menutup keterangannya.

Keluarga Besar Ponpes Al Amin Dumai Ikut Mensyiarkan Santri Sehat dengan Hadir Aktif Dalam Agenda Jalan Santai Hari Santri Kota Dumai Tahun 2025

Dumai, Berita Utama – Perhelatan Jalan Santai Peringatan Hari Santri Kota Dumai Sabtu, 25 Oktober 2025 diikuti oleh Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Amin Dumai dengan penuh semangat dan aktif.

Santri Pondok Pesantren se-Kota Dumai Antusias Mengikuti Jalan Santai Hari Santri 2025

Dumai, Berita Utama – Perdana diadakan Kegiatan Jalan Santai sempena pada peringatan Hari Santri oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren ( FKPP ) Kota Dumai yaitu pada Harlah Hari Santri Tahun 2025 yang dilaksanakan pada sabtu, 25 Oktober 2025 kemaren. Kegiatan jalan santai tersebut dimulai dari depan Polres Dumai dan berakhir di halaman Masjid Dumai Islamic Center.

Ketua FKPP Dumai Kyai Rofiq beserta Sekretaris Kyai Nurdiyanto serta beberapa Pimpinan Pondok Pesantren termasuk Kyai W Zainal Abidin dan Kyai Rahmat Afifi selaku di Jajaran Dewan Pembina hadir di event tersebut. Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai H. Alfian didampingi Ketua DWP Kemenag Dumai Neny Suharni Sofyan dan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) Januarizal, menghadiri sekaligus secara resmi membuka kegiatan Jalan Santai dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025 Tingkat Kota Dumai. Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Protokol Jenderal Sudirman pada Sabtu, (25/10/2025) tersebut berlangsung meriah dan diikuti ratusan peserta dari Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Dumai H. Alfian menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekedar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan membangun peradaban. Tahun ini, peringatan Hari Santri mengusung tema, Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.

Sebagai Salah Satu Jajaran Dewan Pembina, Kyai W Zainal Abidin mengatakan sudah saatnya Pemerintah hadir untuk memaksimalkan keberadaan pesantren yang memiliki jasa besar kepada bangsa dan negara ini.

“Masa Menjelang kemerdekaan dan setelah kemerdakaan jelas tercatat dalam sejarah santri memiliki peran besar terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia”, jelas Kyai Zainal.

Ia juga menambahkan bahwa tahun 2025 ini bentuk perhatian pemerintah saat ini sangat luar biasa dengan disetujui adanya Direktur Jenderal Pondok Pesantren di Kementerian Agama RI oleh Presiden Prabowo bertepatan pada puncak peringatan hari santri pada tanggal 22 Oktober 2025 ini.

kegiatan jalan sehat ini menjadi simbol gerak bersama menuju masyarakat yang sehat, Tangguh, dan berkarakter, sejalan dengan semangat santri yang berjuang tanpa pamrih demi kemajuan bangsa

“Tubuh yang sehat melahirkan jiwa yang kuat. Semangat santri harus terus hidup dalam diri kita dan seluruh masyarakat Kota Dumai”, tambahnya

Melalui momentum Hari Santri tahun ini, Kementerian Agama Kota Dumai meneguhkan komitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai santri dalam setiap aspek kehidupan, bekerja dengan ikhlas, berjuang dengan disiplin, dan mengabdi dengan penuh cinta tanah air.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan. Usai acara utama, panitia menggelar pengundian door prize dengan berbagai hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta

Ponpes Al Amin Ikut Mendorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berbasis Sawit

sawitsetara.co – JAKARTA – Benar bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan akademis saja tapi juga mengajarkan ilmu budidaya dan ekonomi. Hal ini dilakukan agar para santri setelah lulus dapat hidup mandiri baik secara ekonomi atapun agama, diantaranya seperti yang dilakukan oleh Ponpes Al Amin melalui Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai.

“Jadi kita tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan akademisi tapi juga bagaimana melakukan budidaya kelapa sawit secara good agricultural practices (GAP). Bahkan kita juga mengajarkan bagaimana mengolah produk turunan sawit seperti anyaman, aneka makanan ringan (snack) dari sawit,” kata Kyai Zainal Abidin, Kepala Ponpes Al Amin, kepada sawitsetara.co (22/10/2025).

Ttidak hanya itu, lanjut Kyai Zainal, Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai juga memproduksi sabun dan kosmetik. Bahkan produk sabun dan kosmetik yang berbahan baku sawit memiliki pangsa pasar besar di pasar regional ASEAN terkhusus pangsa pasar domestik. “Tingginya permintaan sabun dan kosmetik berbahan baku sawit karena jika digunakan produk tersebut lebih adem (dingin),” kata Kyai Zainal.

Sehingga dalam hal ini Ponpes terus mengembangkan produk-produk turunan dari sawit sebagai salah satu program prioritas Santripreneur Sawit Al Amin Dumai dan Pesantren serta UKMK Mitra sekitar Pesantren yang sudah menjalin kolaborasi.

Bahkan didalam Undang-Undang (UU) Pesantren Nomor 18 tahun 2019 juga dijelaskan tujuan didirikan pesantren adalah untuk memberikan jaminan fungsi-fungsi pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Secara khusus, UU ini bertujuan untuk membentuk individu yang unggul dan berakhlak mulia yang memahami dan mengamalkan ajaran agama, sekaligus berilmu, mandiri, dan memiliki keterampilan untuk membangun bangsa.

“Melalui UU tersebut kita jalankan fungsi dari didirikannya pesantren diantaranya melalui produk-produk Santripreneur Sawit,” jelas Kyai Zainal.

Kyai Zainal menambahkan Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai bahwa pihaknya juga membangun kolaborasi yang melalui Pondok Pesantren jaringan Hebitren Indonesia yang di inisiasi lahirnya oleh Bank Indonesia dan kolaborasi melalui Forum Ekonomi Pesantren Indonesia yang lahir diinisiasi oleh Kementrian Agama yang anggotanya memiliki jaringan nasional.

Meski begitu, Kyai Zainal mengakui ada beberapa tantangan yang harus dibenahi. Diantaranya untuk produksi sabun dan kosmetik masih membutuhkan cost besar karena masih manual belum secara mekanisasi.

“Lalu dukungan kemudahan perijinan produk sabun dan kosmetik dengan merek Santripreneur sawit juga menjadi prioritas kita diakhir tahun 2025 ini,” harap Kyai Zainal.

Selain itu, lanjut Kyai Zainal, kreatif di packaging produk Santripreneur Sawit juga masih perlu dukungan bantuan pengadaan alat/mesin pendukung untuk produksi sehingga bisa memudahkan produksi dan HPP (harga produksi produk) siap bersaing.

Kyai Zainal berharap program-program baik yang telah dijalankan oleh ponpes bisa di kolaborasikan oleh seluruh kementerian atau badan pemerintah. Sebab saat ini baru beberapa kementerian atau badan yang mendorong program ponpes.

Sebab harus diakui bahwa ponpes tidak hanya mengajarkan ahlak yang baik tapi juga memberikan edukasi kepada santri agar dapat mandiri setelah lulus. ”Kita berharap lembaga pemerintah bisa satu suara untuk mendukung ponpes. Ponpes tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga ilmu entrepreneur,” harap Kyai Zainal.

Selain itu, lanjut Kyai Zainal, pihaknya juga sedang berjuang untuk membangun pabrik kelapa sawit (PKS) mini disekitar ponpes. Hal ini dilakukan agar tandan buah segar (TBS) milik ponpes dan milik masyarakat disekitar ponpes bisa langsung diolah dan dapat menciptakan nilai tambah bagi ponpes dan masyarakat sekitar.

“Kita sedang berusaha untuk membangun PKS mini dan pabrik minyak goreng yang skala UMKM (usaha mikro kecil dan menengah). Tujuannya untuk memberikan nilai tambah bagi ponpes dan masyarakat serta mendorong ketahanan pangan,” pungkas Kyai Zainal.

Ponpes Al Amin Dumai Hadir di Hari Santri 2025 Provinsi Riau di Kuantan Singingi

Dumai, Selasa, 21 Oktober 2025 – Pelepasan Pemberangkatan Santri FKPP Dumai Menuju Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuansing Bersama *Wakil Wali Kota Dumai Bapak H. Sugiyarto_ ( Perwakilan Pengurus, Santri Wustha/SMP dan Aliyah/SMA Pondok Pesantren Al Amin Dumai) Selasa Pagi, 21 Oktober 2025 di Halaman Masjid Dumai Islamic Center. Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Dumai hadir di event istimewa tahunan tersebut diwakili oleh Wakil Pimpinan Al Ustadz Arifat Nukman Hakim.