Berita Pesantren Riau – Pekanbaru – Potensi yang besar berbasis kearifan lokal di Provinsi Riau yang bisa dilirik pesantren adalah sektor sawit, sisi hulu hingga hilirnya. Kyai W. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd Ketua Kopontren Al Amin Dumai Mengajak Pesantren Memaksimalkan Potensi Kearifan Lokal Sektor Sawit Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Yang Ditaja Kanwil Kemenag Riau beberapa hari lalu. Itu diantara ajakan yang disampaikan oleh Kyai Zainal sapaan Beliau yang juga Ketua Hebitren Riau dan Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia tersebut.
Produk hilirisasi sawit mencakup berbagai macam produk seperti minyak goreng, margarin, dan produk pangan olahan lainnya; oleokimia seperti gliserin dan asam lemak untuk industri kosmetik dan deterjen; bioenergi seperti biodiesel dan bioetanol; serta produk biomassa seperti bioplastik, kompos, dan biochar dari pelepah dan tandan kosong. Ini merupakan potensi luas bagi pesantren untuk ikut berperan mengembangkannya menjadi ekonomi kreatif pesantren.
Hal ini dicontohkan sebagaimana yang sudah dilakukan di Ponpes Al Amin Dumai melalui BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Kota Dumai Riau dalam jaringan kemitraan antar Pesantren dengan 2 pesantren, yaitu, Ponpes Al Majidiyah Rokan Hilir dan Ponpes Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu untuk produk aneka sabun dan kosmetik, pupuk organik, olahan pangan ; coklat sawit dan rawon sawit.
Biomaterial menjadi salah satu masa depan dari pemanfaatan produk hilir sawit. Kampanye terhadap penggunaan produk berbahan material sawit yang telah diolah dan dikomersialisasi diharapkan dapat meningkatkan serapan terhadap berbagai produk yang berasal dari sawit, sehingga produk yang dihasilkan bukan hanya bertumpu pada minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Kyai W Zainal Abidin memberikan contoh tren produk sabun dan kosmetik yang berbahan dasar minyak sawit. Dengan mengganti bahan dasar tersebut, selain ramah lingkungan juga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk.
“sabun dan Kosmetik ini juga cukup banyak karena trennya sekarang natural, bioproduk. Kemarin saya juga pernah melihat salah satu startup membuat kosmetik lotion berbahan sawit yang sangat nyaman bagi kulit,” ujarnya.
Menurutnya, minimal ada 3 faktor yang mempengaruhi populernya produk aneka sabun dan kosmetik biomaterial saat ini. Pertama, regulasi dalam industri kosmetik tidak serumit regulasi dalam industri obat.
Kedua, industri kosmetik tidak dipengaruhi oleh harga, tidak seperti industri makanan minuman (mamin). Ketiga, biaya penelitian dan pengembangan (R&D) di industri kosmetik terhitung lebih murah.
Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren yang ditaja oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Rabu, 26 Nopember 2025 di Hotel Bono Pekanbaru yang dibuka oleh Kabid. PAPKIS Dr. H. Syahrudin, M.Sy. Kegiatan tersebut diikuti 80 Peserta dari 2 Angkatan, Angkatan I dan Angkatan II yang berasal dari 66 Pondok Pesantren se-Riau Penerima Program Inkubasi Bisnis Pesantren sejak tahun 2021 hingga tahun 2025.
Kabid PAPKIS Kanwil Kemenag Provinsi Riau Membuka Kegiatan Pelatihan Angkatan I dan II, Rabu, 26 Nopember 2025
Kegiatan tersebut diisi dengan narasumber dari 2 lembaga, pertama dari BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Dumai Peraih SIEXPO AWARD 2025 Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit, Pesantren Pertama Penerima Penghargaan Santripreneur Sawit se-Indonesia. Narasumber kedua dari PLUT KUMKM Provinsi Riau, yang memiliki tupoksi untuk mendampingi dan menjadikan UKM ekonomi kreatif pesantren Riau naik kelas.
Kabid PAPKIS H. Syahrudin Menemani Para Narasumber dari BUMTREN Kopontren Al Amin Dumai dan PLUT KUMKM Provinsi Riau
Info Pesantren Riau Terkini ( Pekanbaru ) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAPKIS) Dr. H. Syahruddin, M. Sy membuka kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Angkatan I dan Angkatan II dari 66 Pondok Pesantren se-Riau dengan jumlah peserta 80 orang pada hari rabu, 26 Nopember 2025 di Hotel Bono Pekanbaru.
Berita Santri Mandiri Dumai Riau – Kolaborasi LAZNAS Mandiri Amal Insani Bersama Unit Budidaya Jamur Tiram Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Koperasi Primer Provinsi Riau Sektor Pertanian dan Perkebunan serta Olahan dimulai sejak Mei 2025 Lalu.
PERHITUNGAN OPERASIONAL BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Bagaimana perhitungan operasional jamur tiram? Bersama ini Tim Jamur Tiram Al Amin Dumai mencoba ikut membantu, bahwa perhitungan operasional budidaya jamur tiram itu melibatkan perhitungan biaya produksi dan pendapatan.
Biaya operasional meliputi biaya tenaga kerja, biaya listrik, bahan habis pakai (seperti plastik dan bibit), serta biaya pemeliharaan. sedangkan pendapatan dihitung dari total hasil panen (kg) dikalikan dengan harga jual per kg. Keuntungan diperoleh dari pendapatan bersih setelah dikurangi total biaya produksi.
1. Perhitungan Biaya Operasional (Bisa per periode/bulan)
Biaya Tenaga Kerja: Biaya untuk tenaga kerja pembuatan baglog dan pemeliharaan harian. Contoh biaya pemeliharaan harian adalah sekitar Rp 1.200.000 per bulan untuk 4 bulan, seperti pada studi kasus GDM Organik
Biaya Bahan Habis Pakai:
Biaya pembelian bibit jamur (baglog).
Biaya plastik PE atau plastik kemas untuk baglog.
Biaya listrik untuk pompa, lampu, dan peralatan lain.
Biaya lain-lain seperti paku, pisau, sprayer, dan termometer.
Biaya Pemeliharaan: Biaya yang dikeluarkan selama masa pemeliharaan, seperti biaya perawatan kumbung atau biaya pembersihan.
2. Perhitungan Pendapatan
Total Hasil Panen:
Hitung potensi hasil panen dari setiap baglog. Satu baglog dapat menghasilkan sekitar 500-800 gram jamur, dengan perkiraan rata-rata 500 gram, seperti dihitung MadaniTec.
Kalikan hasil panen per baglog dengan jumlah total baglog yang dibudidayakan untuk mendapatkan total hasil panen dalam kg. Contoh: 1000 baglog x 0,5 kg/baglog = 500 kg.
Total Pendapatan Kotor:
Kalikan total hasil panen (kg) dengan harga jual per kg jamur tiram. Contoh: 500 kg x Rp 20.000/kg = Rp 10.000.000.
Contoh: Rp 10.000.000 – (biaya operasional 3 bulan) = Laba bersih.
Untuk perhitungan jangka panjang, pertimbangkan juga keuntungan dari panen berulang di setiap baglog.
4. Faktor Penting Lain
Periode Budidaya: Satu siklus budidaya jamur tiram membutuhkan waktu sekitar 4 bulan atau 120 hari (termasuk pembuatan dan inkubasi baglog).
Skala Usaha: Semakin besar skala usaha (misalnya, jumlah baglog), semakin besar potensi modal yang dibutuhkan dan potensi keuntungan yang bisa diperoleh, seperti diungkapkan oleh CIMB Niaga.
Analisis Kelayakan: Setelah perhitungan biaya dan pendapatan, lakukan analisis kelayakan usaha dengan menghitung R/C Ratio (Return Cost Ratio) atau ROI (Return on Investment) untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak dijalankan.
Info Penerimaan Santri Aliyah/SMA Al Amin Dumai – Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Al Amin Dumai Jenjang Aliyah/SMA dibuka mulai 22 Desember 2025.
Pondok Pesantren Al Amin Dumai Jenjang Aliyah/SMA sejak berdiri 2008 khusus dengan jurusan IPS, kemudian di tahun 2017 khusus dengan Jurusan IPA secara kurikulum. Tetapi dalam prakteknya lebih mengedepankan pembekalan nilai-nilai karakter dan membekali santri memiliki kecakapan diberbagai bidang dalam memajukan potensi kearifan lokal.
SYARAT AWAL PENDAFTARAN
Mengisi Formulir Pendaftaran
Menyerahkan Foto Copy Akte Kelahiran, KK dan KTP Orang Tua dari Siswa
Menyerahkan Foto buku raport bagian depan dan foto bagian data siswa serta foto nilai raport 3 semester akhir.
Membayar Pendaftaran RP. 200.000 dan Angsuran Biaya Masuk Saat Mendaftar minimal Rp. 1.000.0000, dan diwaktu santri sudah masuk Pondok minimal sudah angsur dengan jumlah angsuran Rp. 3.000.000, selebihnya bisa diangsur 2 kali menjelang akhir Desember tahun mendaftar. Transfer melalui rekening BSI atas nama Pondok Pesantren Al Amin Dumai, Nomor Rekening 7155111113 atau melalui QRIS
Khusus Anak Yatim/Piatu dan keluarga tidak mampu dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari Lurah/Desa. Setelah dilakukan survey oleh pihak Pondok Pesantren bersama Bagian ‘Amil dan Nadzir Pengelolaan ZISWAF ( Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf ), Pesantren dapat membantu biaya pendidikan dengan mengajukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk pembiayaan melalui jalur Program Beasiswa/Orang Tua Asuh, baik beasiswa full ( bebas biaya pendidikan ) atau sebagian.
Untuk percepatan pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan data Syarat Awal Pendaftaran diatas untuk point nomor 2 dan 3 dan nomor 4 bukti transfer difotokan/di Pdfkan lalu dikirim ke nomor WA 082213301806 Ustadz Arifat
SETELAH MENDAFTAR SANTRI MEMENUHI PERSYARATAN YANG KURANG DARI 10 PEMBERKASAN YANG HARUS DILENGKAPI SANTRI BARU
Surat Kelakuan Baik dari sekolah
Mengisi surat pernyataan & perjanjian santri
Mengisi surat pernyataan & perjanjian orang tua
FC. Ijazah&SKHUN (Leges) 3 lembar
FC. Raport 3 semester terakhir
FC. NISN 1 lembar
FC. KK 1 Lembar
FC. KTP Orang Tua ( Bapak/Ibu)
FC. Akte Kelahiran 3 lembar
Pas Foto Santri dengan Seragam 3 X 4 sebanyak 4 lembar
Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Ponpes Al Amin Dumai
Jalan Masuk Pondok Pesantren Al Amin Dumai Melalui Jl. Prof. M. Yamin No. 45 RT. 01 Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai Riau
Info Pendaftaran SD Pesantren Dumai – Riau – PPS Ula/SD Al Amin dalam naungan Pondok Pesantren Al Amin Dumai sejak tahun pelajaran 2025-2026 fokus menyiapkan generasi emas. PPS Ula/SD Al Amin dumai Menerima Siswa/Santri bagi orang tua yang memiliki niat kuat agar putra putrinya maju, berkarakter mulia dan memiliki prestasi baik siswa baru maupun pindahan sepanjang waktu. Info Pendaftaran melalui WA 081378304962.
Dok. Brosur Pendaftaran Santri Baru
IDENTITAS LEMBAGA
Nama Lembaga : PPS Ula/SD Al Amin
Alamat : Jalan Prof. M. Yamin No. 45 RT. 01 Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai Provinsi Riau Indonesia
NSPP : 51.03.14.72.0007
NPSN : 66930075
Akreditasi : B ( Baik ) Periode Tahun 2022-2027
Galeri Kegiatan Pendidikan Ula/SD Al Amin Dumai
Bersama Ula Al Amin Dumai…
Ayo Sekolah… Ayo Ngaji…
Ayo Berprestasi…Membangun Negeri…
Santri Putra Putri Ula SD Ponpes Al Amin Dumai Rutin Membaca Asmaul Husna, 5 Sholawat dan Syair Pentingnya Sholat KH. Ma’shum Lasem Jawa Tengah Dok. Rabu 19 Nopember 2025
Senam Rutin Setiap Sabtu Pagi
Santri Sehat : Senam Rutin Setiap Sabtu Pagi Santri Ula SD Al Amin DumaiTim Tari Persembahan Santri Ula SD Ponpes Al Amin Dumai Dok. 14 Juni 2025 Dok. Kegiatan Sinergi Bersama PolriSetiap Senin-Jum’at Santri Ula Menikmati Makanan Program Presiden Prabowo MBGDok. Senin 08 September 2025 Kegiatan Santri Ula / SD Ponpes Al Amin Dumai Bersama Komandan Angkatan Laut Dumai
Pekanbaru, Berita Santripreneur – Selama kegiatan 3 hari, 14-16 Nopember 2025 Bersama Direktorat Pesantren Subdit DPM, Kyai W Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd., Pimpinan Ponpes Al Amin Dumai juga Waketum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak kepada 14 Pondok Pesantren yang ada agar pesantren ikut mengambil peran besar dalam kapasitasnya sebagai fungsi pemberdayaan masyarakat dengan ikut berperan besar mengangkat potensi kearifan lokal di Riau yaitu sektor sawit baik sisi hulu maupun hilirnya, minimal dengan melalui flatform digital yang bisa diakses oleh teman-teman admin dimasing-masing Pesantren.
Foto Bersama Kasubdit DPM dan Jajaran bersama 15 Ponpes se-Riau Peserta Workshop Digital Marketing, 14-16 Nopember 2025 di Hotel Aryaduta Pekanbaru
Info Profil Bumtren Indonesia – Implementasi Undang-Undang Pesantren Nomor 18 Tahun 2019. Tahun 2021 Kementerian Agama (Kemenag) telah menyusun Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Peta jalan tersebut disusun dengan tujuan mengembangkan pondok pesantren, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tapi juga sebagai percontohan pergerakan ekonomi. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur waktu itu menyampaikan bahwa untuk mendukung implementasi peta jalan ini, pada tahap awal telah ditunjuk sembilan pesantren yang tersebar di beberapa provinsi, sebagai pilot projectnya. Kesembilan pesantren tersebut adalah Pesantren As’adiyah Kalimantan Utara, Nahdlatul Ulum Maros Sulawesi Selatan, Dayah Darul Atiq NAD, Qomarul Huda NTB, Al Imdad Yogyakarta, At Tahdzib Jawa Timur, Tarbiyatul Banin Cirebon, Al Amin Riau, serta Raudatul Mubtadiin Jawa Tengah. Masing-masing Pondok Pesantren Program Inkubasi Kemandirian Pesantren ini untuk tahap selanjutnya harus memiliki usaha yang berbadan hukum, bisa berupa koperasi, CV atau PT milik Pondok Pesantren.
BUMTREN : Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Sektor Pertanian, Perkebunan dan Olahan
Prof Waryono Abdul Ghafur di Ruang Pertemuan bersama 25 Pondok Pesantren se-Riau pada hari Ahad, 27 April 2021Rombongan Direktorat PD Pontren dan Kanwil Kemenag Provinsi Riau juga Kankemenag Dumai ikut panen hasil budidaya santriprenenur Al Amin Dumai, 27/04/2021Aahad, 27/04/2021 Direktur PDPontren Prof Waryono beserta rombongan di Ruang Produksi Aneka Olahan Makanan Kopontren Al AminProf Waryono dan rombongan di Green House PSBI DEKS Bank Indonesia 27/04/2021
Kunjungan Tim Subdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren Nopember 2025
Kunjungan Pak Tabaruddin Tim Subdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Jum’at, 14 Nopember 2025 Melihat langsung salah satu produk pertanian Poktan Ihyaul Ardhi Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai hasil kolaborasi dengan petani dan poktan sekitar pesantren Al Amin Dumai
1. Identitas BUMTREN Al Amin Dumai
Pak Tabaruddin Tim Subdit DPM Direktorat Pesantren Bersama Tim Kemandirian Pesantren Al Amin Dumai di Bangunan Pengemasan Produk Pertanian, Jum’at, 14 Nopember 2025Ruang Pengemasan Hasil Pertanian di BUMTREN Pondok Pesantren Al Amin Dumai Selasa, 9 Mei 2023Pengantaran Produk Al Amin Fresh Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai di Farmers Market Citimall Dumai, 9 Mei 2023
Data Identitas Badan Usaha Milik Pesantren (BUMTREN) Pondok Pesantren Al Amin Dumai
Nama BUMTREN : Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin
Badan Hukum No. : 204/BH/IV.10/DISKOP.UKM&PM/III/2010, Tgl 03 Maret 2010 Akte Notaris No : 36 tanggal 25-02-2010, H. Ismail, SH., dan Perubahan Anggaran Dasar / AHU-0001451.AH.01.38.Tahun 2023, tanggal 23 Juni 2023 Akte Notaris Nomor : 21 tanggal 22-06-2023, Iswandi, S.H., M.Kn., Nomor Induk Koperasi : 1473040160157, NPWP : 02.968.856.1-212.000
Nomor NIB : 27006230001492
Sertifikat Merek : Pemilik atas nama Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Al Amin Jl. Rambutan RT. 01 Bagan Keladi Kota Dumai. Pertama, Produk Makanan dengan Merek Al Amin Dumai, Uraian Barang/Jasa : Kelas 29, Nomor Pendaftaran : IDM001305514, masa berlaku 16 Agustus 2024 s.d 16 Agustus 2034. Kedua, Produk Sabun dan Kosmetik Berbahan Sawit dengan Merek Santripreneur Sawit, Uraian Barang/Jasa : Kelas 3, Nomor Pendaftaran : IDM001308531, masa berlaku 12 September 2024 s.d. 12September 2034 )
Sertifikat Halal : Pemilik atas nama Kopontren Al Amin ( 8 Produk Makanan Ringan ; Keripik Ubi Pedas, Keripik Pisang Rasa Original dan Rasa Pedas Manis, Kerupuk Jamur Tiram, Kerupuk Kulit Ubi, Burayak Jamur Tiram, Abon Jamur, Dodol Pisang, Salai Pisang dan Manisan : ID14210000022711120 ) Terbit 26 Nopember 2020.
Sertifikat Organik : Pemilik atas nama Kelompok Tani Ihyaul Ardhi Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Bagan Keladi Dumai Barat Kota Dumai Riau Indonesia, telah memenuhi standar SNI 6729:2016 dan Permentan No.64/2013 tentang Sistem Pertanian Organik dengan Produk Buah ( Anggur, Jambu Citra, Jambu Madu Deli Hijau ) dan Sayuran ( Bayam Brazil, Bayam Lokal, Kangkung ) diatas lahan 1 Hektar di 2 Lokasi dan pembelian dari mitra petani di kelurahan Bagan Keladi, Nomor Sertifikat : ICERT-1327/LSPr-095-IDN/1/25, tanggal 22 Januari 2025 s.d. 21 Januari 2028. Merek Al Amin Fresh.
Jenis Usaha Yang Dimiliki : Pertanian, Perkebunan, Aneka Keripik dan Kerupuk, Aneka Sabun dan Kosmetik, Aneka Makanan Berbasis Sawit, Supplier Sayur dan Buah, Aneka Produk Kerajinan Limbah Lidi sawit dan Pupuk Kompos serta Pengolahan Air dan BMT Syari’ah.
Alamat BUMTREN : Jalan Rambutan ( Batang Merawan ) RT. 01 Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai Provinsi Riau
Nomor Kontak : WA 081378304962, Email : kopontrenalamindumai@gmail.com
Catatan Penting :Pesantren Sektor Pertanian Penerima Inkubasi Bisnis Pesantren pada pertengahan Desember Tahun 2021 dan berkah Sinergi dan Kolaborasi pada bulan Januari 2022 awal Berhasil Mensupplai Ritel Modern Farmers Market.
2. Profil Pesantren
Sejarah Berdirinya BUMTREN
Lokasi Ponpes Al Amin Dumai dari Jl. Prof. M. Yamin No. 45 RT. 01 Bagan Keladi Dumai Barat Kota Dumai Riau Indonesia
Sejak berdirinya Pondok Pesantren Al Amin Dumai dibawah kepemimpinan KH. W.Zainal Abidin dan Ibu Pengasuh Nyai Muqni’ah Assa’idah memiliki 2 fokus utama kegiatannya, pertama pada pembinaan karakter atau akhlak yang mulia melalui Kegiatan Dakwah Al Qur’an dan Kegiatan Pendidikan, kedua, fokus pembekalan life skill berbasis kearifan lokal.
MDTA yang dirintis H. Rasimin atau H. Syukur dan masyarakat Batang Merawan yang sudah ada sejak 2000 berhenti hampir setahun dan dihidupkan kembali diakhir tahun 2001 oleh Kyai W Zainal Abidin dan Bu Nyai Muqni’ah.
Untuk Pondok Pesantren dengan nama Pondok Pesantren Salafiyah Al Amin didirikan pada 25 Juni 2004 dengan Piagam Pendirian Nomor : 3/PPS.A/PIAGAM/2004 dan Ijin dari Departemen Agama keluar pada 17 Nopember 2005 dengan nomor piagam terdaftar : Kd.04.14/04/PP.007PONTREN/005/2005 dengan nama AL AMIN dan Nomor Statistik Pesantren : 51.2.14.73.02.005 sebagai penyelenggara Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun tentang Pondok Pesantren Salafiyah. Kemudian pada tahun 2021 Kemenag RI mengeluarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam tentang Penetapan Pembaruan Piagam Statistik Pesantren Al Amin dengan nomor : 005027 untuk PONDOK PESANTREN AL AMIN dengan Nomor Statistik Pesantren ( NSP ) : 51.03.14.472.0007, ditetapkan di Jakarta 18 Nopember 2021. sedang untuk Sertifikat NPSN Jenjang Ula/SD dan Wustha/SMP Pondok Pesantren Al Amin Dumai telah diterbitkan dengan nomor : 69930075 dengan nomor surat 197 Tahun 2016 tanggal 30 September 2016.
Sejarah awal ditahun 2004 tersebut telah dimulai belajar kitab kuning dengan santri kalong sekitar Pondok. Setahun kemudian pada tahun pelajaran 2005-2006 sudah mulai menerima santri Jenjang Ula/SD hanya menerima yang pindahan dan sudah kelas akhir Ula/SD dan santri kalong. Jenjang Wustha/SMP untuk yang mondok juga yang santri kalongan. Jenjang RA/TK berdiri tahun 2006 dan Aliyah/SLTA mulai tahun 2008.
Untuk pembinaan life skill dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi dengan kegiatan pertanian organik dan perkebunan beserta aneka makanan olahan pertanian dan penerapan keuangan syariah dengan program Qirodh. Jadi sejak awal berdirinya cikal bakal Badan Usaha Milik Pesantren (BUMTREN) ini sudah dirintis oleh Pimpinan dan Pengasuh Pesantren.
Dokumentasi Program Prioritas Pembekalan Life Skill SantriDokumentasi Produk Hasil Praktek Pembelajaran di Kelas yang bermanfaat langsung dalam sektor pertanian
Tahun 2010 semua kegiatan usaha dan pembiayaan keuangan diwadahi melalui Koperasi Pondok Pesantren Al Amin ( Kopontren ). Sumber Operasional kegiatan Pondok Pesantren Al Amin didukung melalui sumbangan tetap wali santri, bantuan Pemerintah, Usaha Pondok Pesantren dan melalui pengelolaan Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf yang secara resmi dilaunching pada 23 Oktober 2018.
BUMTREN Masa Kini
Sejak tahun 2023 Kopontren Al Amin Dumai sudah melakukan Perubahan Anggaran Dasar menjadi Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Dumai. Sehingga sudah terdaftar di system OSS.
Pondok Pesantren Al Amin Dumai Untuk mengelola dan menjalankan kegiatan Pendidikan bagi 310 Santri baik yang mengikuti Pendidikan MDTA, RA, Ula, Wustha dan Aliyah maupun yang hanya ngaji saja dengan jumlah guru dan pegawai sebanyak 25 orang diperlukan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu Ponpes Al Amin Dumai terus melakukan inovasi dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak baik Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, antar Pesantren dan Lembaga filantropi.
Fokus BUMTREN Al Amin Dumai Tahun 2025
Pada tahun 2025, fokus BUMTREN Al Amin Dumai pada :
Mengurus Branding BUMTREN Al Amin Dumai
Mengurus Branding Produk Pertanian Organik yang sudah keluar sertifikat organiknya melalui dukungan Kementerian Pertanian.
Mengurus perijinan BPOM dan Mengupayakan bantuan untuk mencetak Kemasaan Standar Ekspor sekaligus modal dalam meningkatkan kapasitas produksi untuk bahan baku 2 produk prioritas hasil pertanian untuk memenuhi pasar ekspor di Belanda dan Eropa yaitu keripik singkong pedas dan keripik tempe yang sudah terdaftar dengan merek Al Amin Dumai, Halal dan P-IRT.
Mengurus perijinan PKRT tiga produk yaitu sabun cuci tangan, cuci piring dan cuci baju, modal kemasan produknya sekaligus modal dalam meningkatkan kapasitas produksi untuk bahan baku produk prioritas tersebut, karena dua produk tersebut menjadi produk prioritas.
BUMTREN Al Amin Dumai siap mendukung Upaya Holding Bisnis Pesantren sehingga terbentuknya ekosistem antar pesantren dalam wadah Hebitren, FEPI maupun FKPP Riau. Mekanisme untuk pendistribusian produk sabun cuci tangan dan sabun cuci piring serta sabun cuci baju dilakukan melalui Kerjasama dengan kantin atau koperasi atau mini market yang ada di Pesantren mitra. Di Riau sudah ada 13 Pondok Pesantren yang siap sinergi dalam pendistribusian produk tersebut. Penjualan tidak hanya untuk santri tapi juga wali santri dan Masyarakat sekitar pesantren. Hal seperti ini akan kita replikasi dengan beberapa wilayah di Provinsi lain dengan sinergi Bersama Hebitren wilayahnya. Lima prioritas tersebut diatas diharapkan bisa didukung oelh berbagai pihak terkhusus dari program Kementerian Agama RI melalui program bantuan pengembangan BUMTREN Tahun 2025 ini.
3. Bidang Usaha beserta Jenisnya
Koperasi Al Amin Dumai Supplier Sayur dan Buah
Kunjungan Pak Tabaruddin Tim Subdit DPM Direktorat Pesantren Kemenag RI di Lokasi Budidaya Jamur Tiram Kolaborasi Kopontren Al Amin dengan LAZNAS Mandiri Amal Insani, Ponpes Al Amin Dumai, Jum’at, 14 Nopember 2025
Di sektor Pertanian kita mendapatkan support Green House dari Bank Indonesia dengan program INFRATANI melalui wadah Hebitren Indonesia pada tahun 2020 dan didukung oleh Program Inkubasi Bisnis Pesantren Kementerian Agama pada akhir Desember tahun 2021. Sehingga mendorong percepatan Kopontren Al Amin untuk menjadi Supplier salah satu supermarket yaitu Farmers Market Citimall Dumai sejak januari 2022 sampai februari 2024 karena Farmers Market Dumai tutup. Farmers Market Dumai terhubung dengan Al Amin Dumai berkah dari sinergi bersama bidang UKM dan Koperasi Kota Dumai pada akhir tahun 2021.
Lahan Budidaya Pertanian Bumtren Al Amin Dumai di Lokasi Green House Bantuan PSBI Deks Bank Indonesia Tahun 2020 dalam ekosistem Hebitren Indonesia
Selain sayur mayur kita juga rutin setiap hari sejak tahun 2014 sampai sekarang mensupplai jamur tiram segar ke agen-agen pasar tradisional dengan kapasitas 3000 sampai 5000 baglog dengan 1 rumah jamur. Setiap hari kebutuhan jamur tiram segar kota Dumai berkisar antara 25 Kg sampai 35 Kg dengan dibayar tunai setiap transaksi penjualan.
Di Lokasi 4 Lahan Poktan Ihyaul Ardi di dalam Pondok Pesantren Al Amin dengan total luas 1.707 M2 sudah dimaksimalkan untuk sayur dan buah, masih ada lahan petani, alumni dan kelompok tani mitra Kopontren Al Amin Dumai sekitar Pesantren seluas 2 Ha lebih bisa dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar, baik pasar tradisional, hotel, restoran maupun ritel modern.
Khusus komoditi butternut Pumkin Jacqueline merupakan salah satu komoditi permintaan pasar ritel dari Jakarta dan Batam setiap minggunya sebanyak 10 ton yang diambil melalui agen mitra Al Amin yang ada di Pekanbaru. Saat ini kita baru mampu mensupplai 500 Kg sebulanya. Dibulan Nopember 2025 Koperasi Al Amin Dumai mendapatkan permintaan supplai dari 2 Hotel , yaitu Hotel Patra dan Hotel Grand Zuri yang difasilitasi koordinasi melalui BSI Cabang Dumai.
Sejak 2019 Al Amin Dumai mendapatkan permintaan pasar dari Jepang melalui PT. Sari Raya di Jepang untuk mensupplai beberapa produk pertanian organik, hingga saat ini Al Amin Dumai belum mampu memenuhi permintaan tersebut karena masih memiliki banyak keterbatasan persiapan untuk ekspor ke Jepang. Alhmadulillah, Kementerian Pertanian sudah mendukung program sertifikat oraganik pada tahun 2024 untuk beberapa produk hasil pertanian di Pesantren Al Amin Dumai atas usulan Dinas Pertanian Provinsi Riau dan dukungan Dinas Pertanian Kota Dumai.
Dengan lahirnya Forum Ekonomi Pesantren Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Agama hal ini menjadi jalan percepatan untuk terhubungnya ekosistem antar Pesantren yang telah mendapatkan bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Kemenag RI sejak 2021 hingga 2025. Dalam hal ini Kopontren Al Amin Dumai dalam berbagai kesempatan dilibatkan Kementerian Agama untuk bisa ikut mendorong pesantren-pesantren penerima Inkubasi dapat mengakses informasi-informasi dan strategi dalam mengembangkan dan mendukung program kemandirian pesantren.
Koperasi Al Amin Dumai Penggerak Ekosistem Santripreneur Sawit Indonesia
Sejak di launching Program Santripreneur Sawit oleh Wapres KH Ma’ruf Amin pada tanggal 1 Oktober 2020 bersama Pondok Pesantren dari 3 Provinsi, Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.
Promosi 30 Pcs Aneka Tas Tradisional Produk Kerajinan Lidi Sawit Santripreneur Sawit Al Amin Collaboration di Event 4th PCINU Belanda Biennial International Conference ( BIC ), 30 September-3 Oktober 2025 di University Of Groningen ( RUG ) Amsterdam Netherland, hasil kerjasama PCINU Belanda, Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai dan Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia ( GAPKI ) RiauMerek Produk Kerajinan Lidi Sawit Santripreneur Al Amin Dumai Collaboration
Dengan dukungan BPDPKS BLU Kementerian Keuangan dengan disupport dari berbagai Intansi Ponpes Al Amin Dumai melalui Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai sebagai Koperasi Primer Provinsi dengan anggota alumni dan Pondok Pesantren se-Riau yang tergabung dan bermitra dalam wadah Hebitren terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam membekali santri dan guru pesantren sebagai bentuk pengenalan produk hulu hilirnya sawit yang bermanfaat untuk kehidupan dan edukasi terkait kebaikan sawit. Dengan harapan hal tersebut menjadi stimulan untuk mendorong lahirnya unit usaha produk hilirisasi sawit dalam bentuk ekosistem antar pesantren baik di Provinsi Riau maupun di Porvinsi lainnya, seperti yang telah dilakukan melalui Kementerian Agama RI kepada Pesantren se-Indonesia calon penerima Inkubasi Bisnis Pesantren tahun 2025.
EXPO Kemandirian Pesantren Tahun 2025 di UIN Suska Riau Rabu-Kamis, 29-30 Oktober 2025Ada 2 Produk Olahan Makanan dengan edukasi Minyak Goreng Kelapa Sawit yang siap untuk di Expor ke Belanda yaitu Keripik Singkong Pedas dan Keripik Tempe dengan merek yang sudah terdaftar Al Amin Dumai
Santripreneur Sawit Koperasi Al Amin Dumai pada event SIEXPO Tahun 2025 Ponpes Al Amin Dumai mendapatkan AWARD SIEXPO 2025 sebagai Pesantren Terbaik se-Indonesia pada kamis, 7 Agustus 2025, atas dedikasinya mendorong para santri berinovasi menciptakan dan mengembangkan produk turunan sawit. Sebagaiman dimaklumi bahwa Pondok Pesantren Al Amin sejak awal memang memiliki komitmen besar dalam memajukan potensi kearifan lokal sumber daya alam untuk memperkuat ekonomi pesantren berbasis syariah. Selain itu, memiliki tujuan memperkuat ekonomi dengan jaringan pesantren.
Piagam Penghargaan SIEXPO AWARD Tahun 2025 ; Pondok Pesantren Al Amin Dumai sebagai Pesantren Terbaik se-Indonesia Perdana Penerima Penghargaan Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan SawitKH. W Zainal Abidin Menerima Penghargaan SIEXPO AWARD Tahun 2025 sebagai Pesantren Terbaik Perdana se-Indonesia Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit yang diserahkan oleh Deputi Usaha Menengah Kementerian UKM RI Bapak Bagus Rachman, kamis, 07 Agustus 2025 di CO-EX SKA Pekanbaru
4. Brand identity
BUMTREN Koperasi Al Amin Dumai memiliki Brand Identity “ Dengan Semangat Sinergi dan Kolaborasi, Menjadikan Usaha Unggul, Sehat dan Mandiri serta Bermanfaat Besar Untuk Memajukan Negeri”. Maknanya adalah walaupun dengan segala keterbatasan jika dengan kebersamaan akan menjadikan pesantren yang terlibat memiliki kemampuan meningkat lebih baik dan lebih cepat mencapai tujuan mewujudkan kemandirian yang berkelanjutan secara Bersama-sama.
Identitas Nilai Pembeda Usaha (Unique Value Proposition)
Kekhususan BUMTREN serta keunggulan Pesantren Al Amin Dumai adalah BUMTREN yang berbasis dari Potensi Kearifan Lokal, dengan DISIPLIN, KERJA KERAS dan ETOS KERJA YANG TINGGI disertai TEKNOLOGI menuju Kemandirian Ekonomi Penuh Berkah Berbasis Syariah, Menjadi Bagian Dakwah dan Ibadah.
6. Jaringan dan Kerjasama BUMTREN
Sejak 2011 Koperasi Al Amin Dumai pertama kali menjalin sinergi dalam bidang kemandirian ekonomi pesantren dengan Ponpes Al Ittifaq Bandung. Kemudian di Riau sejak 2014 Koperasi Al Amin Dumai mulai menjalin kerjasama peningkatan SDM bagi santri dan guru pesantren lain untuk mendapatkan pelatihan dan magang secara mandiri diberbagai bidang tidak hanya sektor pertanian dan olahan tapi juga dibidang IT.
Prof Waryono beserta rombongan di Pusat Pelatihan Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren 27/04/2021
Tahun 2017 pada tanggal 13 Juni 2017 Ponpes Al Amin Dumai MoU Bersama KPwBI Riau di Kantor Bank Indonesia Riau terkait Pusat Pelatihan Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren yang waktu itu dihadiri oleh Bank Indonesia Pusat dan Wakil Gubernur Riau.
Ponpes Al Amin Dumai melalui BUMTREN Koperasi Al Amin sejak 2014 hingga tahun 2025 ini telah menjalin kemitraan dalam program kemandirian ekonomi pesantren sampai 2025 sudah tercatat ada 85 Ponpes se- Riau baik disektor pertanian maupun Perkebunan sawit serta hilirisasinya dan tercatat ada 1.627 santri se Riau yang telah mendapatkan pembekalan budidaya pertanian, olahan dan transaksi pencatatan secara digital untuk UKM Pesantren juga terkait pengelolaan UPZ Pesantren.
Kopontren Al Amin Dumai sinergi Bersama 12 Ponpes se-Riau dalam wadah Hebitren Indonesia memberikan pembekalan, pelatihan dan pendampingan dalam program INFRATANI pada tahun 2020 dan tahun 2021. Dengan semangat ekosistem antar pesantren dan Masyarakat petani serta kelompok tani sekitar koperasi Al Amin serta didukung oleh Program Inkubasi Bisnis Pesantren Kementerian Agama pada akhir Desember tahun 2021, sehingga hal tersebut mendorong percepatan Kopontren Al Amin untuk menjadi Supplier salah satu supermarket yaitu Farmers Market Citimall Dumai sejak januari 2022.
Kemitraan Al Amin dengan Farmers Market Melaui Bidang UKM Diskop Kota Dumai koordinasi pada akhir tahun 2021 Aktifitas Supplai Kopontren Al Amin Memenuhi Pasar Ritel Modern Farmers MarketPeluang Pasar Hasil Pertanian
Khusus produk hilirisasi sawit yang dikembangkan Al Amin Dumai ada 4 macam, pertama makanan berbahan sawit, kedua, kerajinan lidi sawit, ketiga, sabun dan kosmetik berbahan sawit serta keempat, limbah sawit untuk pupuk dan media tanam pertanian. Produk tersebut diproduksi melalui Kerjasama 3 pesantren se-Riau, Al Amin Dumai, Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu dan Al Al Majididyah Rokan Hilir.
Pada tanggal 18-19 Mei 2024 lalu Al Amin Dumai Kerjasama dengan PCINU Belanda didukung full BPDPKS dan di support oleh Pertamina RU II Dumai, BSI Dumai dan Danlanal Dumai hadir di Den Haag Belanda pada Festival Islam Kepulauan dengan mempromosikan produk-produk olahan pertanian maupun produk hilirisasi sawit, sehingga terjalin komunikasi dengan buyer yang ada di Belanda untuk beberapa produk olahan.
Pada awal tahun 2025 Koperasi Al Amin Dumai mengadakan kegiatan pelatihan pesantren sawit percontohan tahun 2025, pada Jum’at, tanggal 10 Januari 2025. Pelatihan yang dibuka langsung Staf Ahli Pj Gubernur Riau Bidang Ekonomi dan Keuangan Tengku Zul Efendi. Kegiatan ini muncul atas inisiatif yang dilakukan oleh Kopontren Al Amin bersama Lembaga Mutu Institute dan Mutu Internasional beserta 10 Pondok Pesantren se-Riau. Kegiatan ini untuk mendorong agar 10 Pondok Pesantren Sawit Percontohan tersebut siap menjadi Pusat Edukasi bagi Masyarakat Pekebun Sawit Sekitar Pesantren. Kegiatan seperti ini akan direncanakan untuk dilaksanakan Kopontren Al Amin Dumai di berbagai provinsi lain Kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Pelatihan Perdana 10 Pesantren Mitra Kopontren Al Amin Dumai Sektor Perkebunan Sawit, 10/01/20255 Komitmen Bersama 10 Pesantren Sawit Percontohan se-Riau Tahun 2025, 10/01/2025
Kerjasama dengan LAZ Mandiri Amal Insani Untuk Capassity Building Budidaya Jamur Tiram
Dukungan LAZNAS Mandiri Amal Insani pada pada tanggal 26 Mei 2025 Sebesar Rp. 30.000.000 untuk Budidaya Jamur Tiram dan Sayuran Green House. Hal ini dilakukan sebagai bnetuk kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi dan membantu operasional pendidikan pesantren. Manfaat dukungan tersebut diantaranya :
Peningkatan Kapasitas Budidaya Jamur Tiram dari 1.500 Baglog menjadi 5.000 Baglog
Membantu Operasional Pendidikan dan tempat edukasi ekonomi dan keuangan syari’ah
Budidaya Jamur Tiram Hasil Sinergi Bersama MAI Foundation melalui Perjanjian Kerjasama LAZNAS Mandiri Amal Insani dan Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Riau Tentang Program Ekonomi Pesantren Budidaya Jamur Tiram dan Sayuran dalam Green House Nomor : MAI.DPNY/00055/2025 dan Nomor : A.005/KOP.PP.AMIN/MoU/IV/2025 di Jakarta pada selasa, 20 Mei 2025
BUMTREN Al Amin Mendorong Program Kemandirian Ekonomi Bagi Pesantren Mitra di Tahun 2025
A. Pondok Pesantren HIMADA Kabupaten Siak, Ahad-Rabu, 02-05 Februari 2025
B. Pondok Pesantren Tarbiyatus Shibyan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir, Rabu-Jum’at, 12-14 Februari 2025
Santripreneur Indonesia – Pembiasaan adalah bagian dari metode pendidikan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al Amin Dumai terkhusus untuk menerapkan nilai rohmatan lil’alamin. Jum’at, 14 Nopember 2025 Santri Wustha/SMP dan Aliyah/SMA Ponpes Al Amin Dumai dengan memanfaatkan lahan perkarangan pesantren sekitar Aula dengan menanam cabe dan tomat. Hal ini menjadi bagian pendidikan terbaik bagi generasi muda.
Pondok Pesantren Al Amin Dumai sejak awal berdiri tahun 2004 tidak semata-mata fokus pada fungsi pendidikan terkhusus membentuk pribadi berakhlak mulia dan fungsi dakwah untuk menerapkan nilai-nilai sholat, cinta tadarus Al Qur’an, senang berbagi baik dengan zakat infaq sedekah dan wakaf serta nilai-nilai utama islam lainnya, tapi juga fokus pada fungsi pemberdayaan masyarakat dengan pembekalan life skill.
Diantaranya santri dikenalkan dengan potensi kearifan lokal yang harus dikelola dengan baik dan profesional terkhusus melalui sektor pertanian dan perkebunan serta olahannya disertai dengan penerapan nilai-nilai ekonomi dan keuangan syari’ah.
Katalog Santripreneur Sawit 2025 – Bentuk kemitraan BPDP dan Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Provinsi riau tahun 2025 diantaranya adalah pembuatan katalog produk versi tahun 2025.
A. Produk Makanan Berbasis Edukasi Manfaat Minyak Goreng Kelapa Sawit ; Keripik Singkong Pedas dan Keripik Pisang dengan Merek Al Amin Dumai
B. Produk Makanan, Kerajinan Lidi Sawit dan Sabun Padat ; Keripik Tempe Merek Al Amin Dumai, Piring Lidi Sawit dan Sabun Mandi Santripreneur Sawit
C. Produk Makanan dan Sabun Cair Berbahan Sawit ; Rawon Santripreneur Sawit dan Sabun Cuci Tangan Santripreneur Sawit.
Berita Aliyah/SMA – Penilaian pendidikan jenjang Aliyah/SMA Ponpes Al Amin Dumai setiap tahun dilakukan melalui kegiatan rutin Pengawas Pendidikan Kementerian Agama. Tahun 2025 dilaksanakan pada hari selasa, 11 Nopember 2025 lalu. Kegiatan tersebut dikenal dengan nama Penilaian Kinerja Kepala Madrasah yang disingkatdengan PKKM.
Pendidikan Jenjang Aliyah/SMA Pondok Pesantren Al Amin Dumai sejak berdiri tahun 2008 hingga sekarang adalah merupakan satuan pendidikan yang selalu mengutamakan penerapan nilai karakter dan pembekalan life skill kepada santri/siswa.
Pengawas Madrasah Kementerian Agama jenjang Aliyah pada kegiatan pada hari selasa tersebut adalah H. Sisboyo, S.Ag., MA. didampingi H. Yuharlin Pengawas Madrasah jenjang RA dan Pendidikan Dasar.
Ada 5 Indikator Kompetensi yang dinilai, yaitu ; pertama, monitoring dan kompetensi, kedua, pengelolaan sistem administrasi, ketiga pengelolaan keuangan, keempat, pengelolaan kurikulum dan kelima pengelolaan peserta didik baru.
Hasil Penilaian PKKM Madrasah Aliyah Ponpes Al Amin Dumai pada kesempatan tersebut adalah dengan nilai B ( Baik ).