Santri Al Amin Dumai : Edukasi Jamur Sawit Mengangkat Potensi Kearifan Lokal Menyiapkan Generasi Terampil Membangun Kemandirian Berbasis Ekonomi Syari’ah

Berita Santripreneur Sawit Indonesia ( Dumai Riau ) – Rabu, 3/12/2025 Giat Ponpes Al Amin Dumai diakhir tahun 2025 diantaranya memberikan edukasi jamur sawit kepada santri. Hal ini sebagai upaya untuk mengangkat potensi kearifan lokal memiliki dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Selain itu juga sebagai langkah nyata dalam menyiapkan generasi terampil membangun kemandirian berbasis ekonomi syari’ah. Giat ini dilakukan untuk memaksimalkan fungsi pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat yang diawali dengan santri sebagai calon masyarakat, masyarakat pesantren serta masyarakat sekitar pesantren.

Al Amin Dumai melalui BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin sebagai Pesantren Penggerak Santripreneur Sawit Indonesia terus mengenalkan dan memberikan edukasi terkait kebaikan sawit dan nilai tambah yang bisa dikembangkan. Santri Wustha/SMP dan Santri Aliyah/SMA ( keduanya terakreditasi B ) disela sela sebagai santri yang Ngaji Al Qur’an, Ngaji Kitab dan belajar seperti anak didik lainnya, tapi istimewanya dikenalkan langsung dengan praktek pengembangan ekonomi dan keuangan syari’ah terkhusus dengan potensi kearifan lokal yang ada. Diantaranya dengan kebaikan sawit hulu hingga hilirnya.

Al Amin Dumai sebagai UMKM Mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan ( BPDP ) dan menjadi Mitra strategis Asosiasi Berbasis sawit, seperti GAPKI, APKASINDO, ASPEKPIR, Majalah Sawit Indonesia, Mutu Institut Internasional, juga bermitra dengan UKMK dan Pondok Pesantren berbasis sawit se-Indonesia, Santripreneur Sawit Al Amin Dumai melalui Kopontren Al Amin yang merupakan koperasi primer Provinsi Riau terus menjalin sinergi dan kolaborasi untuk memajukan potensi kearifan lokal yang ada terkhusus sektor sawit.

Pesantren Peserta Pelatihan Ekonomi Kreatif Kanwil Kemenag Riau Sepakat Mewujudkan Pesantren Berdaya dan Membangun Ekosistem Dalam Memajukan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Kearifan Lokal di Bumi Melayu Riau

Berita Pesantren Riau ( Pekanbaru ) – Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pondok Pesantren Angkatan I dan Angkatan II yang ditaja oleh Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang PAPKIS diakhir Pelatihan, seluruh Kyai, Bu Nyai, Buya, Asatidz dan Pengelola Unit Usaha Pesantren dari perwakilan 66 Ponpes se-Riau penerima bantuan Program Kemandirian Pesantren Kementerian Agama mulai tahun 2021-2024 menyepakati Mewujudkan Pesantren Berdaya dan Membangun Ekosistem Dalam Memajukan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Kearifan Lokal di Bumi Melayu Riau, pada rabu, 26 Nopember 2025 di Hotel Bono Pekanbaru.

Kyai W Zainal Abidin selain sebagai narasumber, juga sebagai Ketua Hebitren Riau, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi FKPP Riau dan Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia pada kesempatan tersebut menampung masukan dan mencatat point penting yang disepakati bahwa diperlukan tindaklanjut, minimal ada 3 hal yang perlu dilakukan, pertama untuk memetakan potensi kemampuan unit usaha ekonomi kreatif dimasing-masing pesantren yang siap dijadikan produk untuk didistribusikan antar pesantren atau peluang-peluang kerjasama yang bisa dikolaborasikan dalam berbagai sektor.

Contoh untuk investasi usaha pembibitan sawit di Pondok Pesantren Teknologi Riau Pekanbaru. Untuk pengembangan SDM bisa di beberapa Pondok Pesantren yang telah berhasil secara konsisten mengembangkan unit usahanya, seperti di Pusat Pelatihan Pengembangan Kemandirian Ekonomi ( PPKE ) Kopontren Al Amin Dumai sektor Pertanian Organik, budidaya jamur tiram dan olahannya, aneka keripik, kerupuk dan manisan.

Untuk inovasi santripreneur produk turunan sawit dikembangkan dalam bentuk ekosistem Santripreneur Sawit Kopontren Al Amin Collaboration bersama Ponpes Al Majidiyah Rokan Hilir dan Ponpes Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu untuk produk aneka sabun, kosmetik, coklat sawit dan rawon sawit.

Khusus untuk pertanian Green House dengan teknologi bisa juga dipelajari di Ponpes Darul Huda Ukui Pelalawan, Ponpes Al Amin Dumai berbasis pertanian organik, Ponpes Al Majidiyah Rokan Hilir, Ponpes Al Kautsar Pekanbaru, Ponpes Azam Insan Darussalam (Yazid) Rokan Hulu, Ponpes Ibnu Sina Siak, Ponpes Daarul Qur’an Darussalam Rokan Hulu, Ponpes Darul Arofah Rokan Hilir, Ponpes Asy Syakirin Rokan Hilir, Ponpes Al Muhsinin Rokan Hilir, dan Ponpes Bidayatul Hidayah Rokan Hilir.

Kedua, langkah yang perlu segera ditempuh dalam waktu dekat dan perlu disinergikan dengan berbagai pihak yaitu diperlukan adanya website memasarkan katalog khusus produk pesantren Riau sehingga menjadi langkah awal untuk mendata produk-produk pesantren Riau dan menjadi dasar adanya ekosistem dalam memenuhi produk yang dibutuhkan oleh semua pesantren di Provinsi Riau.

Ketiga, selain itu sangat perlu diadakan kegiatan pertemuan rutin dalam bentuk pertemuan forum diskusi ekosistem ekonomi pesantren untuk mengupdate potensi terkini dari masing-masing pesantren, terkhusus 66 Ponpes penerima inkubasi bisnis pesantren dari Kemenag RI sejak tahun 2021 se-Riau dengan target diskusi yang terukur dan berkelanjutan.

Kanwil Kemenag Riau melalui Kabid. PAPKIS H. Syahrudin diantaranya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan, pertama, untuk kembali menumbuhkan semangat Pondok Pesantren dalam fungsinya sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi bisnis pesantren melalui masing-masing pesantren yang telah mendapatkan bantuan program kemandirian pesantren dari Kementerian Agama, dengan menghadirkan salah satu BUMTREN yang sudah promosi produknya sampai ke manca negara tahun 2024 lalu ke Belanda yaitu Kopontren Al Amin Kota Dumai Riau, dengan harapan agar pesantren yang ikut pelatihan bisa lebih memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di pesantren masing-masing dengan memiliki visi dan falsafah pengembangan bisnis pesantren yang sama didasari semangat yang tinggi membangun jaringan ekonomi antar pesantren dan masyarakat sekitar. Kedua, Kanwil Kemenag Riau melalui Kabid.PAPKIS mencoba mensinergikan potensi yang ada di 66 Pesantren se-Riau ini dengan Pemerintah Provinsi Riau, dengan menghadirkan narasumber dari PLUT KUMKM Privinsi Riau dengan harapan dapat memfasilitasi kegiatan ekonomi kreatif di pesantren bisa lebih berkembang dan maju.

Pesan Kasubdit DPM Dr. H. Suwardi : Tetap Manut Kyai, Ingat! Prestasi dan Majunya kita di Pesantren karena kebaikan dan do’a Kyai

Kabar Pesantren Indonesia ( Pekanbaru ) – Ada pesan menarik dari Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Dr. H. Suwardi, M.Pd di penutupan kegiatan Workshop Pengembangan Digital Marketing, “Tetap Manut Kyai, Ingat! Prestasi dan Majunya kita di Pesantren karena kebaikan dan do’a Kyai. Jangan sampai kita yang telah mendapatkan amanah dari Kyai untuk mengajar, memegang Jabatan yang diberikan Kyai, kemudian kita secara tidak terasa memiliki banyak kemampuan dan keahlian serta menjadi ahli dan terkenal dimana-mana. Lalu kita lupa bahwa kita bisa seperti ini karena kebaikan Kyai kita.

Dalam rangka pelaksanaan Program Kemandirian Pesantren Tahun 2025 menuju Pesantren Berdaya, bersama ini Direktorat Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Digital Marketing Inkubasi Bisnis Pesantren yang diikuti 15 Ponpes se-Riau pada hari jum’at-minggu, tanggal 14-16 November 2025 di Hotel Aryaduta Pekanbaru Jl. Diponegoro No.34, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru.

Peserta Workshop dari perwakilan pesantren penerima inkubasi bisnis pesantren tahun 2021-2024 dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Kota Dumai.

Pesantren Riau Penerima Inkubasi Bisnis Kemenag RI 2021-2025 Fokus Mewujudkan Pesantren Berdaya Dengan Fokus Pada Visi dan Falsafah Bisnis Pesantren

Berita Pesantren Riau ( Pekanbaru ) – Rabu, 26 Nopember 2025 Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren yang ditaja Kanwil Kemenag Riau melalui Kabid PAPKIS, Bumtren Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai Bersama 66 Ponpes se Riau membedah dan Sepakat Bersama Mewujudkan Pesantren Berdaya dengan fokus pada Visi dan Falsafah Mulia Bisnis Pesantren Dalam Upaya Mengembangkan Ekonomi Kreatif Mendukung Program Pesantren Berdaya Berbasis Kearifan Lokal dimasing-masing Pondok Pesantren. Diantaranya memaksimalkan peran Pesantren dalam menerapkan nilai-nilai ekonomi dan keuangan Syariah sektor sawit baik sisi hulu hingga hilirisasinya yang merupakan potensi kearifan lokal Riau.

BUMTREN Kopontren Al Amin melalui Kyai W Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd., salah satu narsumber pada kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Angkatan I dan Angkatan II Tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut seluruh peserta dari Kyai Bu Nyai Buya Asatidz dan Ustadzah Peserta dari 66 Ponpes se-Riau Penerima Inkubasi Bisnis Pesantren mulai tahun 2021-2025 sepakat untuk mewujudkan Pesantren Berdaya dengan fokus pada Visi Bisnis Pesantren, yaitu minimal berorientasi pada 4 hal utama :
1. Menciptakan Kemandirian Ekonomi
2. Membentuk Wirausahawan Islami
3. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
4. Memperkuat Identitas Pesantren
Semua diniatkan untuk tujuan sebagai sarana dakwah sambil menerapkan nilai-nilai ajaran islam, seperti nilai disiplin yang tinggi dalam sholat, yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan keutamaan berkahnya Al Qur’an serta menjadikan semua aktifitas sebagai bagian ibadah.

Semangat kuat 80 Peserta perwakilan 66 Pesantren tersebut dalam menjalankan visi Bisnis Pesantren didasari 5 falsafah yang pandangan hidup yang mendasari sikap dan tindakan baik secara individu atau masyarakat dilingkungan Pesantren. Adapun 5 Falsafah Bisnis Pesantren tersebut adalah :
1. Pendidikan dan Pelatihan Praktis
2. Akhlak dan Etika Bisnis Syariah
3. Timbal Balik Santri dan Pesantren
4. Pengembangan SDM
5. Berbasis Komunitas dan Kemitraan

Pada kesempatan tersebut, Kyai W. Zainal Abidin selaku Ketua Hebitren Riau yang juga Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia ( FEPI ) menyampaikan lambatnya respon pemerintah terhadap potensi kemandirian ekonomi yang ada di Pesantren diantaranya masalah data potensi pesantren terkait di pemberdayaan ekonomi. Jika ada data maka pihak Kemenag akan mudah untuk mensinergikan dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait untuk memajukan potensi pesantren. Sehingga pada kegiatan tersebut perwakilan 66 Ponpes menyampaikan informasi potensi dan langkah-langkah yang sudah dilakukan dan rencana yang akan dilakukan secara tertulis terkait 4 item fokus pada Visi Bisnis Pesantren. Ada 3 Kyai juga Pengelola Bisnis Pesantren perwakilan beberapa pesantren dari Rokan Hulu, Pekanbaru dan Pelalawan yang mempresentasikan di depan seluruh Peserta Pelatihan.

Kabid. PAPKIS Dr. H. Syahrudin, M.Sy sangat mengapreasiasi semangat dan upaya pendataan yang dilakukan 66 Pesantren Penerima Inkubasi Kemandirian Pesantren untuk mewujudkan Pesantren yang berdaya. Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang PAPKIS dalam pelatihan tersebut, menghadirkan BUMTREN Kopontren Al Amin sebagai narasumber, sebagai salah satu penerima inkubasi 2021 sektor pertanian organik yang sukses dan berhasil ke pasar ritel modern Farmers Market dan sebagai Pesantren Penerima SIEXPO Award 2025, merupakan pesantren perdana dalam sejarah pesantren Indonesia terbaik dalam Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit. Selain dari Al Amin Dumai juga diisi narasumber dari PLUT KUMKM Provinsi Riau, yang berkomitmen kuat untuk mendampingi dan mengawal ekonomi kreatif Pesantren Riau naik kelas, sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam memajukan potensi kearifan lokal UKM masyarakat Riau antara kemenag, pesantren dan pemerintah daerah.

Kopontren Al Amin Dumai Mengajak Pesantren Memaksimalkan Potensi Kearifan Lokal Sektor Sawit Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Yang Ditaja Kanwil Kemenag Riau

Berita Pesantren Riau – Pekanbaru – Potensi yang besar berbasis kearifan lokal di Provinsi Riau yang bisa dilirik pesantren adalah sektor sawit, sisi hulu hingga hilirnya. Kyai W. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd Ketua Kopontren Al Amin Dumai Mengajak Pesantren Memaksimalkan Potensi Kearifan Lokal Sektor Sawit Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Yang Ditaja Kanwil Kemenag Riau beberapa hari lalu. Itu diantara ajakan yang disampaikan oleh Kyai Zainal sapaan Beliau yang juga Ketua Hebitren Riau dan Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia tersebut.

Produk hilirisasi sawit mencakup berbagai macam produk seperti minyak goreng, margarin, dan produk pangan olahan lainnya; oleokimia seperti gliserin dan asam lemak untuk industri kosmetik dan deterjen; bioenergi seperti biodiesel dan bioetanol; serta produk biomassa seperti bioplastik, kompos, dan biochar dari pelepah dan tandan kosong. Ini merupakan potensi luas bagi pesantren untuk ikut berperan mengembangkannya menjadi ekonomi kreatif pesantren.

Hal ini dicontohkan sebagaimana yang sudah dilakukan di Ponpes Al Amin Dumai melalui BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Kota Dumai Riau dalam jaringan kemitraan antar Pesantren dengan 2 pesantren, yaitu, Ponpes Al Majidiyah Rokan Hilir dan Ponpes Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu untuk produk aneka sabun dan kosmetik, pupuk organik, olahan pangan ; coklat sawit dan rawon sawit.

Biomaterial menjadi salah satu masa depan dari pemanfaatan produk hilir sawit. Kampanye terhadap penggunaan produk berbahan material sawit yang telah diolah dan dikomersialisasi diharapkan dapat meningkatkan serapan terhadap berbagai produk yang berasal dari sawit, sehingga produk yang dihasilkan bukan hanya bertumpu pada minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Kyai W Zainal Abidin memberikan contoh tren produk sabun dan kosmetik yang berbahan dasar minyak sawit. Dengan mengganti bahan dasar tersebut, selain ramah lingkungan juga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk.

“sabun dan Kosmetik ini juga cukup banyak karena trennya sekarang natural, bioproduk. Kemarin saya juga pernah melihat salah satu startup membuat kosmetik lotion berbahan sawit yang sangat nyaman bagi kulit,” ujarnya.

Menurutnya, minimal ada 3 faktor yang mempengaruhi populernya produk aneka sabun dan kosmetik biomaterial saat ini. Pertama, regulasi dalam industri kosmetik tidak serumit regulasi dalam industri obat.

Kedua, industri kosmetik tidak dipengaruhi oleh harga, tidak seperti industri makanan minuman (mamin). Ketiga, biaya penelitian dan pengembangan (R&D) di industri kosmetik terhitung lebih murah.

Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren yang ditaja oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Rabu, 26 Nopember 2025 di Hotel Bono Pekanbaru yang dibuka oleh Kabid. PAPKIS Dr. H. Syahrudin, M.Sy. Kegiatan tersebut diikuti 80 Peserta dari 2 Angkatan, Angkatan I dan Angkatan II yang berasal dari 66 Pondok Pesantren se-Riau Penerima Program Inkubasi Bisnis Pesantren sejak tahun 2021 hingga tahun 2025.

Kabid PAPKIS Kanwil Kemenag Provinsi Riau Membuka Kegiatan Pelatihan Angkatan I dan II, Rabu, 26 Nopember 2025

Kegiatan tersebut diisi dengan narasumber dari 2 lembaga, pertama dari BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Dumai Peraih SIEXPO AWARD 2025 Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit, Pesantren Pertama Penerima Penghargaan Santripreneur Sawit se-Indonesia. Narasumber kedua dari PLUT KUMKM Provinsi Riau, yang memiliki tupoksi untuk mendampingi dan menjadikan UKM ekonomi kreatif pesantren Riau naik kelas.

Kabid PAPKIS H. Syahrudin Menemani Para Narasumber dari BUMTREN Kopontren Al Amin Dumai dan PLUT KUMKM Provinsi Riau

Kanwil Kemenag Riau Taja Pelatihan Ekonomi Kreatif Mendukung Pesantren Berdaya

Info Pesantren Riau Terkini ( Pekanbaru ) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAPKIS) Dr. H. Syahruddin, M. Sy membuka kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Angkatan I dan Angkatan II dari 66 Pondok Pesantren se-Riau dengan jumlah peserta 80 orang pada hari rabu, 26 Nopember 2025 di Hotel Bono Pekanbaru.

LAZNAS Mandiri Amal Insani Mendorong Santri Berdaya Mandiri

Berita Santri Mandiri Dumai Riau – Kolaborasi LAZNAS Mandiri Amal Insani Bersama Unit Budidaya Jamur Tiram Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Koperasi Primer Provinsi Riau Sektor Pertanian dan Perkebunan serta Olahan dimulai sejak Mei 2025 Lalu.

PERHITUNGAN OPERASIONAL BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Bagaimana perhitungan operasional jamur tiram? Bersama ini Tim Jamur Tiram Al Amin Dumai mencoba ikut membantu, bahwa perhitungan operasional budidaya jamur tiram itu melibatkan perhitungan biaya produksi dan pendapatan.

Biaya operasional meliputi biaya tenaga kerja, biaya listrik, bahan habis pakai (seperti plastik dan bibit), serta biaya pemeliharaan. sedangkan pendapatan dihitung dari total hasil panen (kg) dikalikan dengan harga jual per kg. Keuntungan diperoleh dari pendapatan bersih setelah dikurangi total biaya produksi. 

1. Perhitungan Biaya Operasional (Bisa per periode/bulan) 

  • Biaya Tenaga Kerja: Biaya untuk tenaga kerja pembuatan baglog dan pemeliharaan harian. Contoh biaya pemeliharaan harian adalah sekitar Rp 1.200.000 per bulan untuk 4 bulan, seperti pada studi kasus GDM Organik
  • Biaya Bahan Habis Pakai:
    • Biaya pembelian bibit jamur (baglog).
    • Biaya plastik PE atau plastik kemas untuk baglog.
    • Biaya listrik untuk pompa, lampu, dan peralatan lain.
    • Biaya lain-lain seperti paku, pisau, sprayer, dan termometer.
  • Biaya Pemeliharaan: Biaya yang dikeluarkan selama masa pemeliharaan, seperti biaya perawatan kumbung atau biaya pembersihan. 

2. Perhitungan Pendapatan 

  • Total Hasil Panen:
    • Hitung potensi hasil panen dari setiap baglog. Satu baglog dapat menghasilkan sekitar 500-800 gram jamur, dengan perkiraan rata-rata 500 gram, seperti dihitung MadaniTec.
    • Kalikan hasil panen per baglog dengan jumlah total baglog yang dibudidayakan untuk mendapatkan total hasil panen dalam kg. Contoh: 1000 baglog x 0,5 kg/baglog = 500 kg.
  • Total Pendapatan Kotor:
    • Kalikan total hasil panen (kg) dengan harga jual per kg jamur tiram. Contoh: 500 kg x Rp 20.000/kg = Rp 10.000.000. 

3. Perhitungan Keuntungan 

  • Pendapatan Bersih (Laba):

𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ=Total Pendapatan Kotor−Total Biaya Operasional

  • Contoh: Rp 10.000.000 – (biaya operasional 3 bulan) = Laba bersih.
  • Untuk perhitungan jangka panjang, pertimbangkan juga keuntungan dari panen berulang di setiap baglog. 

4. Faktor Penting Lain 

  • Periode Budidaya: Satu siklus budidaya jamur tiram membutuhkan waktu sekitar 4 bulan atau 120 hari (termasuk pembuatan dan inkubasi baglog).
  • Skala Usaha: Semakin besar skala usaha (misalnya, jumlah baglog), semakin besar potensi modal yang dibutuhkan dan potensi keuntungan yang bisa diperoleh, seperti diungkapkan oleh CIMB Niaga.
  • Analisis Kelayakan: Setelah perhitungan biaya dan pendapatan, lakukan analisis kelayakan usaha dengan menghitung R/C Ratio (Return Cost Ratio) atau ROI (Return on Investment) untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak dijalankan. 

Informasi Penerimaan Santri Madrasah Aliyah Ponpes Al Amin Dumai : Bekali Santri dengan Ilmu, Akhlak dan Karya Nyata

Info Penerimaan Santri Aliyah/SMA Al Amin Dumai – Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Al Amin Dumai Jenjang Aliyah/SMA dibuka mulai 22 Desember 2025.

Pondok Pesantren Al Amin Dumai Jenjang Aliyah/SMA sejak berdiri 2008 khusus dengan jurusan IPS, kemudian di tahun 2017 khusus dengan Jurusan IPA secara kurikulum. Tetapi dalam prakteknya lebih mengedepankan pembekalan nilai-nilai karakter dan membekali santri memiliki kecakapan diberbagai bidang dalam memajukan potensi kearifan lokal.

SYARAT AWAL PENDAFTARAN

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran
  2. Menyerahkan Foto Copy Akte Kelahiran, KK dan KTP Orang Tua dari Siswa
  3. Menyerahkan Foto buku raport bagian depan dan foto bagian data siswa serta foto nilai raport 3 semester akhir.
  4. Membayar Pendaftaran RP. 200.000 dan Angsuran Biaya Masuk Saat Mendaftar minimal Rp. 1.000.0000, dan diwaktu santri sudah masuk Pondok minimal sudah angsur dengan jumlah angsuran Rp. 3.000.000, selebihnya bisa diangsur 2 kali menjelang akhir Desember tahun mendaftar. Transfer melalui rekening BSI atas nama Pondok Pesantren Al Amin Dumai, Nomor Rekening 7155111113 atau melalui QRIS
  5. Khusus Anak Yatim/Piatu dan keluarga tidak mampu dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari Lurah/Desa. Setelah dilakukan survey oleh pihak Pondok Pesantren bersama Bagian ‘Amil dan Nadzir Pengelolaan ZISWAF ( Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf ), Pesantren dapat membantu biaya pendidikan dengan mengajukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk pembiayaan melalui jalur Program Beasiswa/Orang Tua Asuh, baik beasiswa full ( bebas biaya pendidikan ) atau sebagian.

Untuk percepatan pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan data Syarat Awal Pendaftaran diatas untuk point nomor 2 dan 3 dan nomor 4 bukti transfer difotokan/di Pdfkan lalu dikirim ke nomor WA 082213301806 Ustadz Arifat

SETELAH MENDAFTAR SANTRI MEMENUHI PERSYARATAN YANG KURANG DARI 10 PEMBERKASAN YANG HARUS DILENGKAPI SANTRI BARU

  1. Surat Kelakuan Baik dari sekolah                 
  2. Mengisi surat pernyataan & perjanjian santri
  3. Mengisi surat pernyataan & perjanjian orang tua  
  4. FC. Ijazah&SKHUN (Leges) 3 lembar
  5. FC. Raport 3 semester terakhir         
  6. FC. NISN 1 lembar 
  7. FC. KK 1 Lembar
  8. FC. KTP Orang Tua ( Bapak/Ibu)
  9. FC. Akte Kelahiran 3 lembar
  10. Pas Foto Santri dengan Seragam 3 X 4 sebanyak 4 lembar

Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Ponpes Al Amin Dumai

Jalan Masuk Pondok Pesantren Al Amin Dumai Melalui Jl. Prof. M. Yamin No. 45 RT. 01 Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai Riau

Info Penerimaan Siswa/Santri PPS Ula/SD Ponpes Al Amin Dumai Akreditasi B: Fokus Menyiapkan Generasi Emas

Info Pendaftaran SD Pesantren Dumai – Riau – PPS Ula/SD Al Amin dalam naungan Pondok Pesantren Al Amin Dumai sejak tahun pelajaran 2025-2026 fokus menyiapkan generasi emas. PPS Ula/SD Al Amin dumai Menerima Siswa/Santri bagi orang tua yang memiliki niat kuat agar putra putrinya maju, berkarakter mulia dan memiliki prestasi baik siswa baru maupun pindahan sepanjang waktu. Info Pendaftaran melalui WA 081378304962.

Dok. Brosur Pendaftaran Santri Baru

IDENTITAS LEMBAGA

Nama Lembaga : PPS Ula/SD Al Amin

Alamat : Jalan Prof. M. Yamin No. 45 RT. 01 Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai Provinsi Riau Indonesia

NSPP : 51.03.14.72.0007

NPSN : 66930075

Akreditasi : B ( Baik ) Periode Tahun 2022-2027

Galeri Kegiatan Pendidikan Ula/SD Al Amin Dumai

  • Bersama Ula Al Amin Dumai…
  • Ayo Sekolah… Ayo Ngaji…
  • Ayo Berprestasi…Membangun Negeri…
Santri Putra Putri Ula SD Ponpes Al Amin Dumai Rutin Membaca Asmaul Husna, 5 Sholawat dan Syair Pentingnya Sholat KH. Ma’shum Lasem Jawa Tengah Dok. Rabu 19 Nopember 2025

Senam Rutin Setiap Sabtu Pagi

Santri Sehat : Senam Rutin Setiap Sabtu Pagi Santri Ula SD Al Amin Dumai
Tim Tari Persembahan Santri Ula SD Ponpes Al Amin Dumai Dok. 14 Juni 2025
Dok. Kegiatan Sinergi Bersama Polri
Setiap Senin-Jum’at Santri Ula Menikmati Makanan Program Presiden Prabowo MBG
Dok. Senin 08 September 2025 Kegiatan Santri Ula / SD Ponpes Al Amin Dumai Bersama Komandan Angkatan Laut Dumai

Ponpes Al Amin Dumai : Memaksimalkan Edukasi Sawit Baik Melalui Digitalisasi

Pekanbaru, Berita Santripreneur – Selama kegiatan 3 hari, 14-16 Nopember 2025 Bersama Direktorat Pesantren Subdit DPM, Kyai W Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd., Pimpinan Ponpes Al Amin Dumai juga Waketum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak kepada 14 Pondok Pesantren yang ada agar pesantren ikut mengambil peran besar dalam kapasitasnya sebagai fungsi pemberdayaan masyarakat dengan ikut berperan besar mengangkat potensi kearifan lokal di Riau yaitu sektor sawit baik sisi hulu maupun hilirnya, minimal dengan melalui flatform digital yang bisa diakses oleh teman-teman admin dimasing-masing Pesantren.

Foto Bersama Kasubdit DPM dan Jajaran bersama 15 Ponpes se-Riau Peserta Workshop Digital Marketing, 14-16 Nopember 2025 di Hotel Aryaduta Pekanbaru