Santri Al Amin Dumai Mahir Microsoft Office: Skill diera kemajuan digital dan dunia kerja yang wajib dikuasai

Santri Indonesia Melek Digital – Ustadz Arifat Nukman Hakim sebagai penanggung jawab kurikulum di pendidikan Pondok Pesantren Al Amin Dumai menyampaikan bahwa salah satu program utama Pondok Pesantren Al Amin Dumai sejak awal berdiri tahun 2004 baik untuk jenjang Ula/SD, Wustha/SMP dan Aliyah/SMA adalah membekali santri dengan menguasai Microsoft Office, baik Word, Excel dan Powerpoint. Demikian komunikasi Tim Media dengan Ustadz Arifat pada senin, 16 Desember 2025 di Ruang Komputer Pondok Pesantren Al Amin Dumai

Diera digital saat ini, bagi santri menguasai Microsoft Office menjadi hal yang wajib. Penguasaan Microsoft Office menjadi keterampilan yang sangat penting bagi kemajuan santri dan tidak bisa diabaikan sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia penuh persaingan. Microsoft Office adalah aplikasi komputer untuk mendukung berbagai aktivitas kerja, seperti pengetikan dokumen, pengolahan angka, pembuatan presentasi, hingga pengelolaan email dan jadwal.

Microsoft Word digunakan untuk menyusun dokumen dan laporan secara sistematis, sementara Excel memfasilitasi pengelolaan data dan analisis yang rumit. PowerPoint membantu dalam menciptakan presentasi yang menarik dan mudah dipahami, Dengan menguasai kemampuan ini, seseorang dapat bekerja dengan lebih efektif, meningkatkan produktivitas, serta menyesuaikan diri dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Program – Program Pada Microsoft Office

  • Microsoft Word

Microsoft Word merupakan program pengolah kata yang biasanya digunakan untuk membuat, mengedit, memformat, menyimpan dan mencetak dokumen seperti surat, resume, laporan, proposal, dan lain-lain.

  • Microsoft Excel

Microsoft Excel adalah aplikasi pengolah angka yang biasanya digunakan untuk mengelola data numerik, membuat perhitungan matematis, melakukan analisis data, serta menyajikannya dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram secara sistematis dan visual.

  • Microsoft PowerPoint

Microsoft PowerPoint merupakan aplikasi presentasi yang biasanya digunakan untuk membuat dan menampilkan presentasi digital dalam bentuk slide yang berisi teks, gambar, grafik, animasi, audio, dan video. PowerPoint memudahkan pengguna dalam menyampaikan informasi secara visual dan menarik, baik untuk keperluan pendidikan, bisnis, pelatihan, maupun presentasi umum.

Belajar Microsoft Office, Seberapa Penting?

Kenapa belajar Microsoft office sangat penting pada dunia kerja dan diera digitalisasi saat ini? Ada beberapa alasan kenapa belajar Microsoft Office sangat penting terutama untuk dunia kerja.

  1. Skill dasar yang dibutuhkan di dunia kerja

Bukan lagi menjadi nilai tambah, namun skill Microsoft office merupakan skill dasar yang wajib dimiliki oleh seseorang yang ingin terjun ke dunia kerja. Banyak lowongan pekerjaan yang mewajibkan kandidatnya untuk memiliki kemampuan dalam mengoperasikan Microsoft word, excel dan powerpoint.

  • Digunakan hampir di semua profesi

Microsoft office merupakan salah satu pernagkat lunak perkantoran yang paling umum dan penting di dunia kerja saat ini. Hampir semua profesi menggunkan Microsoft office sebagai alat kerja digital mulai dari bidang Pendidikan, keuangan, kreatif, hingga pelayanan public. Microsoft word, excel dan powerpoint selalu menjadi penunjang produktivas yang sangat penting bagi setiap profesi.

  • Meningkatkan Efisiansi dan Produktivitas

Dengan menguasai Microsoft Office, seseorang dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dan efisien seperti meyusun laporan dengan cepat menggunakan Microsoft word, mengolah data dan membuat laporan keuangan dengan excel, serta membuat presentasi yang menarik dan professional dengan powerpoint.

Menguasai Microsoft Office merupakan skill wajib yang harus dimiliki di era persaingan kerja yang semakin kompetitif. Keterampilan ini tidak hanya meningkatkan peluang seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang baik, tetapi juga menjadi penunjang utama dalam menjalankan berbagai tugas di lingkungan profesional.

Dengan kemampuan mengoperasikan program seperti Word, Excel, dan PowerPoint, seseorang dapat bekerja secara lebih efisien, menyusun dokumen yang rapi, menganalisis data dengan cepat, membuat presentasi yang menarik, serta menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan rekan kerja secara efektif. Dalam dunia kerja modern yang serba digital dan dinamis, penguasaan Microsoft Office menjadi modal dasar yang memperkuat produktivitas individu maupun tim.

Ponpes Al Amin Dumai punya program kursus Microsoft office yang bisa bantu santri untuk kuasai skill Microsoft Office mulai dari Word, Excel dan Powerpoint. Hanya dengan belajar selama 18 jam santri langsung bisa kuasai Microsoft office. Tidak hanya itu, kamu akan mendapatkan sertifikat yang bisa mempercantik CV dan Portofolio santri.

Microsoft Office adalah program standar yang banyak digunakan di lingkungan kantor, bisnis, organisasi, pemerintahan, dan pendidikan. Setelah menyelesaikan kursus ini, Anda akan menguasai berbagai keterampilan penting, antara lain:

1. Membuat dokumen profesional seperti surat-menyurat, laporan, dan karya tulis menggunakan Microsoft Word.
2. Mengelola data keuangan, menyusun grafik, dan membuat tabel menggunakan Microsoft Excel.
3. Membuat presentasi visual yang menarik dengan Microsoft PowerPoint.
4. Menggunakan internet dan email secara efisien untuk keperluan administrasi bisnis dan perkantoran modern.

Keahlian dalam paket program ini sangat dibutuhkan oleh Manajer, Staf, Sekretaris, Penulis, Pelajar/Mahasiswa, dan berbagai profesi lainnya.

Ponpes Al Amin Dumai Menerima Pelaksanaan Aqiqah Ananda Luthfiyah Usna Binti Arman Santri Ula SD Al Amin Dumai

Berita Pesantren Dumai – Seorang wali santri kelas 1 Ula SD Ponpes Al Amin Dumai Ibu Watini pagi senin, 15 Desember 2025 menghadap ke Pimpinan Ponpes Kyai W Zainal Abidin terkait hajatnya untuk mengaqiqahkan putrinya yang bernama Luthfiyah Usna Binti Arman dengan seekor kambing jantan

Pelaksanaan penyembelihan hewan aqiqah dilaksanakan hari senin, 15 Desember 2025 di lokasi penyembelihan aqiqah dan qurban pada pukul 15.09 Wib. Tim Pelaksanaan aqiqah tersebut, Ustadz Sulaiman bagian menyembelih hewan didampingi pimpinan Pondok dan santri Aliyah/SMA dan Wustha/SMP serta dikawal oleh Pak Firdaus yang melanjutkan penanganan setelah disembelih sampai berupa potongan-potongan daging yang siap dimasak untuk diserahkan ke bagian dapur.

Alhamdulillaah bakda magrib masakan Aqiqah dihidangkan ke guru dan santri Pondok Pesantren Al Amin Dumai setelah pelaksanaan doa walimah aqiqah atas nama Lusthfiyah Usna binti Arman dan beberapa makanan dalam bungkusan yang dikirmkan ke faqir miskin serta tetangga sekitar lingkungan pesantren.

Ponpes Al Amin Dumai selain menyelenggarakan pendidikan, dakwah dan pemberdayaan ekonomi juga menerima pelaksanaan aqiqah dan qurban bagi masyarakat sejak awal berdirinya tahun 2004.

Nilai Spiritual Pelaksanaan Aqiqah

Kyai W Zainal Abidin yang juga sebagai Rois Jajaran Idaroh Wustha JATMAN Provinsi Riau beiau mengatakan bahwa secara syariat Aqiqah adalah sunnah muakkadah sebagai bentuk syukur dan kepedulian sosial. Secara tasawuf/thoriqoh Aqiqah adalah simbol penyucian jiwa, pelepasan sifat duniawi, dan langkah awal mengenalkan anak pada jalan spiritual menuju Allah. Dengan demikian, aqiqah bukan hanya ritual lahiriah, tetapi juga ibadah batiniah yang memperkuat hubungan manusia dengan Allah dan sesama.

Selain sebagai syiar, pelaksanaan aqiqah memiliki makna spiritual yang mendalam:

  1. Sebagai bentuk syukur. Orang tua menunjukkan rasa syukur atas kelahiran buah hati.
  2. Sebagai perlindungan anak. Doa dan ibadah ini menjadi wasilah penjagaan Allah terhadap anak.
  3. Sebagai sarana berbagi. Daging aqiqah dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan fakir miskin, sehingga menumbuhkan ukhuwah Islamiyah.

Kajian Terkait Aqiqah Menurut Tradisi Nahdliyyin

Dalam tradisi umat Islam, khususnya Nahdliyin, kelahiran seorang anak ke dunia biasa dirayakan dengan aqiqah. Aqiqah adalah sebutan binatang yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahiran bayi.

Sebagaimana dalam hadits Nabi, hukum menyembelih aqiqah sunah muakkadah.

  عَنْ سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‌الغُلَامُ ‌مُرْتَهَنٌ ‌بِعَقِيقَتِهِ ‌يُذْبَحُ ‌عَنْهُ ‌يَوْمَ ‌السَّابِعِ، ‌وَيُسَمَّى، ‌وَيُحْلَقُ ‌رَأْسُهُ  

Artinya: Dari Samurah, ia berkata, Nabi bersabda: Seorang bayi itu digadaikan dengan (jaminan) aqiqahnya; aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh (dari hari kelahiran), (pada hari itu pula) si bayi diberi nama dan dipotong rambutnya (HR Sunan al-Tirmidzi 4/101, dalam kitab Al-Adlaha bab Al-aqiqah).

Pada umumnya, binatang untuk aqiqah sama dengan ketentuan dalam kurban. Baik jenis, usia, dan keharusan tidak cacatnya. Yang lebih sempurna (atau lebih utama menurut beberapa kitab fiqih) sebagai aqiqah adalah 2 ekor kambing atau domba yang sepadan untuk bayi laki-laki.   Sedangkan untuk bayi perempuan cukup 1 ekor kambing atau domba. Jika kemampuan finansialnya hanya mampu menyembelih seekor kambing untuk bayi laki-laki, maka penunaian sunah aqiqah sudah terpenuhi. Masing-masing kambing ini adalah kambing yang memenuhi syarat sah yang dikurbankan.

Untuk waktu penyembelihan hewan setelah bayi lahir dengan sempurna. Yang lebih utama adalah menyembelih pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak terlaksana, menurut pendapat yang dipilih, masih bisa dilaksanakan sebelum lewat masa nifas (ibunya). Jika tidak terlaksana juga, maka dilaksanakan sebelum melampaui masa penyusuan; lalu sebelum si bayi mencapai usia 7 tahun. Bisa juga sebelum si bayi baligh.   Jika bayi tidak diaqiqahi sampai masuk masa baligh, maka kesunahan aqiqah gugur dari kedua orang tuanya. Sedangkan si anak boleh (memang sebaiknya) mengaqiqahi dirinya sendiri setelah itu.

Do’a walimah al-‘Aqiqah

اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ

“Allâhummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyâni wa min jamî’is sayyiâti wal ‘ishyâni wahrishu bihadlânatika wa kafâlatika al-mahmûdati wa bidawâmi ‘inâyatika wa ri’âyatika an-nafîdzati nuqaddimu bihâ ‘alal qiyâmi bimâ kalaftanâ min huqûqi rububiyyâtika al-karîmati nadabtanâ ilaihi fîmâ bainanâ wa baina khalqika min makârimil akhlâqi wa athyabu mâ fadldlaltanâ minal arzâqi. Allâhummaj’alnâ wa iyyâhum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`âni wa lâ taj’alnâ wa iyyâhum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyâni.”

“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

Sumber: https://jatim.nu.or.id/keislaman/panduan-dan-ketentuan-soal-aqiqah-7VRPI

___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

Al Amin Dumai Memanfaatkan Batang Pisang Untuk Pupuk Organik

Info Santripreneur Dumai Riau – Dengan didampingi Pak Teguh Sang Petani bersama dengan para santri memanfaatkan batang pisang sebagai bahan yang berasal dari kearifan lokal yang ada di lingkungan pesantren yang digunakan untuk nutrisi/pupuk tanaman pertanian di pesantren Al Amin Dumai sebagai bentuk mendukung Program Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi, Ahad, 14 Desember 2025 Pembelajaran dan Praktek Bagi Santri Wustha/SMP dan Aliyah/SMA Ponpes Al Amin Dumai

Batang Pisang/Gedebog itu kaya nutrisi. Batang pisang mengandungi kira-kira 80 peratus nitrogen (N), yang menyokong pertumbuhan tumbuh-tumbuhan seperti daun, batang, dan akar. Di samping itu, terdapat fosforus (P) dan kalium (K) yang penting untuk pertumbuhan tumbuhan.

Sumber Energi untuk Mikroorganisme Lokal
Selain nutrien utama, batang pisang juga mengandungi banyak kanji atau karbohidrat yang menjadi makanan bagi mikroorganisma tempatan di dalam tanah. Ia membantu dalam proses penguraian dan menghasilkan kompos berkualiti tinggi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Basri K pada 2023, Limbah batang pisang dapat dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC).

Menurut Gultom, Sitompul & Rezeqi pada penelitian yang dilakukan mereka pada tahun 2021, batang pohon pisang pada dasarnya memiliki kandungan sebesar kalsium 16%, fosfor 32% dan kalium 23%. Kandungan baik yang dimiliki batang pohon pisang tersebut dapat diolah mnejadi POC. Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair.

Pembuatan POC berbahan dasar utama batang pohon pisang memerlukan bahan tambahan seperti 200 gram gula pasir atau gula merah, 3 liter air tanah atau air sumur, 2 tutup botol Effective Microorganism (EM4), ember, dan karung bekas. Proses pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah batang pisang adalah sebagai berikut:

  1. Potong bagian dalam batang pisang menjadi bagian yang lebih kecil, lalu masukkan ke dalam karung bekas.
  2. Campurkan air dengan gula dalam ember, kemudian aduk rata hingga gula larut. Masukkan karung berisi potongan batang pisang ke dalam campuran air gula hingga terendam sepenuhnya.
  3. Tutup rapat ember dan simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 7 hingga 10 hari.
  4. Pupuk yang berhasil difermentasi akan mengeluarkan aroma mirip tape. Jika fermentasi yang dihasilkan memiliki bau menyengat dan tidak sedap menandakan proses fermentasi gagal dan harus dibuang. Catatan untuk dapat selalu membuka tutup ember setiap hari dan mengaduk campuran agar gas hasil fermentasi dapat keluar.
  5. Angkat karung berisi batang pisang cincang. Sisa batang pisang dapat dimanfaatkan sebagai kompos, sedangkan cairan di dalam ember menjadi pupuk organik cair.
  6. Sebelum digunakan larutkan pupuk organik cair limbah batang pisang dengan air tanah atau air sumur. Gunakan perbandingan 1:15 yaitu satu bagaian pupuk cair yang dicampur dengan 15 bagian air.
  7. Aplikasikan pupuk organik cair limbah batang pisang sebanyak 2 kali dalam seminggu. Siramkan larutan tersebut di sekitar tanah untuk meningkatkan kesuburan pada tanah.

Berikut merupakan cara membuat pupuk organik cair dari batang pohon pisang. Pisang yang merupakan tanaman dengan beribu manfaat, sayang sekali jika bagian batangnya yang kerap kali terbuang tidak dimanfaatkan. Maka dari itu, jika terdapat batang pohon pisang yang tak terpakai, ikuti langkah di atas untuk mengolahnya menjadi pupuk.

Jadi, mari kita manfaatkan potensi tersembunyi ini untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan efisien.

Analisa Usaha Budidaya 5000 Baglog Jamur Tiram Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Dumai

Info Bisnis, Dumai, Riau – Kyai W Zainal Abidin S.Pd.I., M.Pd., sebagai wakil ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia ( FEPI ) pada ahad, 14 Desember 2025 ditanya Tim Media terkait apa pentingnya analisa usaha, Beliau menyampaikan bahwa analisa usaha sangat penting untuk dilakukan sebelum memulai bisnis untuk mengidentifikasi potensi risiko dan peluang, serta menyusun strategi berdasarkan aspek internal dan eksternal pelaku usaha.

Jika Budidaya Unit Usaha jamur tiram bisa dilakukan dengan maksimal, maka akan didapat perhitungan sebagai berikut :

Perhitungan sebenarnya tetap mengacu pada kondisi selama budidaya dan pangsa pasar, karena hal tersebut mempengaruhi hasil produksi jamur tiram.

Bantuan BUMTREN 2025 Direktorat Pesantren Kemenag RI Mendukung Penguatan Branding Produk Olahan Berbasis Sawit dan Pertanian Kopontren Al Amin Dumai

Berita Pesantrenpreneur, Depok – Produk Olahan Berbasis Sawit dan Pertanian Kopontren Al Amin Dumai mendapat dukungan Direktorat Pesantren Kemenag RI pada kamis-sabtu, 4-6 Desember 2025 di Hotel Savero Depok melalui Bantuan BUMTREN Tahun Anggaran 2025 dalam rangka untuk Penguatan Branding kegiatan usaha yang telah dilakukan Pondok Pesantren Al Amin Dumai selama ini di sektor Pertanian, perkebunan dan hilirisasinya.

Direktur Pesantren yang diwakili oleh Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren Dirjen Pendis Kemenag RI Dr. Suwardi membuka BIMTEK Bantuan BUMTREN Tahun 2025 Kamis, 4 Desember 2025 di Hotel Savero Depok
Kyai W Zainal Abidin Ketua Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Kota Dumai Riau hadir pada kegiatan Bimtek Bantuan BUMTREN Perdana tersebut bersama 30 Ponpes lainnya se-Indonesia yang terpilih dari 1400 BUMTREN yang ada.
Tercatat dari 4000 lebih Pesantren Penerima Program Kemandirian Pesantren dari Kemenag baru ada 1400 Ponpes yang memiliki BUMTREN

Informasi Pendaftaran Santri Wustha/SMP Pondok Pesantren Al Amin Dumai

Info Penerimaan Santri Baru – Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Al Amin Dumai Jenjang Wustha/SMP dibuka mulai 22 Desember 2025.

SYARAT AWAL PENDAFTARAN

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran
  2. Menyerahkan Foto Copy Akte Kelahiran, KK dan KTP Orang Tua dari Siswa
  3. Menyerahkan Foto buku raport bagian depan dan foto bagian data siswa serta foto nilai raport 3 semester akhir.
  4. Membayar Pendaftaran RP. 200.000 dan angsuran biaya masuk saat Mendaftar minimal Rp. 1.000.0000, dan diwaktu santri sudah masuk Pondok minimal sudah angsur dengan jumlah angsuran Rp. 3.000.000, selebihnya bisa diangsur 2 kali menjelang akhir Desember tahun mendaftar. Transfer melalui rekening BSI atas nama Pondok Pesantren Al Amin Dumai, Nomor Rekening 7155111113 atau melalui QRIS
  5. Khusus Anak Yatim/Piatu dan keluarga tidak mampu dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari Lurah/Desa. Setelah dilakukan survey oleh pihak Pondok Pesantren bersama Bagian ‘Amil dan Nadzir Pengelolaan ZISWAF ( Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf ), Pesantren dapat membantu biaya pendidikan dengan mengajukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk pembiayaan melalui jalur Program Beasiswa/Orang Tua Asuh, baik beasiswa full ( bebas biaya pendidikan ) atau sebagian.

Untuk percepatan pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan data Syarat Awal Pendaftaran diatas untuk point nomor 2 dan 3 dan nomor 4 bukti transfer difotokan/di Pdfkan lalu dikirim ke nomor WA 082213301806 Ustadz Arifat

SETELAH MENDAFTAR SANTRI MEMENUHI PERSYARATAN YANG KURANG DARI 10 PEMBERKASAN YANG HARUS DILENGKAPI SANTRI BARU

  1. Surat Kelakuan Baik dari sekolah                 
  2. Mengisi surat pernyataan & perjanjian santri
  3. Mengisi surat pernyataan & perjanjian orang tua  
  4. FC. Ijazah&SKHUN (Leges) 3 lembar
  5. FC. Raport 3 semester terakhir         
  6. FC. NISN 1 lembar 
  7. FC. KK 1 Lembar
  8. FC. KTP Orang Tua ( Bapak/Ibu)
  9. FC. Akte Kelahiran 3 lembar
  10. Pas Foto Santri dengan Seragam 3 X 4 sebanyak 4 lembar

Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Ponpes Al Amin Dumai

Jalan Masuk Pondok Pesantren Al Amin Dumai Melalui Jl. Prof. M. Yamin No. 45 RT. 01 Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai Riau

Santri Al Amin Dumai : Edukasi Jamur Sawit Mengangkat Potensi Kearifan Lokal Menyiapkan Generasi Terampil Membangun Kemandirian Berbasis Ekonomi Syari’ah

Berita Santripreneur Sawit Indonesia ( Dumai Riau ) – Rabu, 3/12/2025 Giat Ponpes Al Amin Dumai diakhir tahun 2025 diantaranya memberikan edukasi jamur sawit kepada santri. Hal ini sebagai upaya untuk mengangkat potensi kearifan lokal memiliki dampak nyata dalam kehidupan masyarakat. Selain itu juga sebagai langkah nyata dalam menyiapkan generasi terampil membangun kemandirian berbasis ekonomi syari’ah. Giat ini dilakukan untuk memaksimalkan fungsi pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat yang diawali dengan santri sebagai calon masyarakat, masyarakat pesantren serta masyarakat sekitar pesantren.

Al Amin Dumai melalui BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin sebagai Pesantren Penggerak Santripreneur Sawit Indonesia terus mengenalkan dan memberikan edukasi terkait kebaikan sawit dan nilai tambah yang bisa dikembangkan. Santri Wustha/SMP dan Santri Aliyah/SMA ( keduanya terakreditasi B ) disela sela sebagai santri yang Ngaji Al Qur’an, Ngaji Kitab dan belajar seperti anak didik lainnya, tapi istimewanya dikenalkan langsung dengan praktek pengembangan ekonomi dan keuangan syari’ah terkhusus dengan potensi kearifan lokal yang ada. Diantaranya dengan kebaikan sawit hulu hingga hilirnya.

Al Amin Dumai sebagai UMKM Mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan ( BPDP ) dan menjadi Mitra strategis Asosiasi Berbasis sawit, seperti GAPKI, APKASINDO, ASPEKPIR, Majalah Sawit Indonesia, Mutu Institut Internasional, juga bermitra dengan UKMK dan Pondok Pesantren berbasis sawit se-Indonesia, Santripreneur Sawit Al Amin Dumai melalui Kopontren Al Amin yang merupakan koperasi primer Provinsi Riau terus menjalin sinergi dan kolaborasi untuk memajukan potensi kearifan lokal yang ada terkhusus sektor sawit.

Pesantren Peserta Pelatihan Ekonomi Kreatif Kanwil Kemenag Riau Sepakat Mewujudkan Pesantren Berdaya dan Membangun Ekosistem Dalam Memajukan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Kearifan Lokal di Bumi Melayu Riau

Berita Pesantren Riau ( Pekanbaru ) – Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pondok Pesantren Angkatan I dan Angkatan II yang ditaja oleh Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang PAPKIS diakhir Pelatihan, seluruh Kyai, Bu Nyai, Buya, Asatidz dan Pengelola Unit Usaha Pesantren dari perwakilan 66 Ponpes se-Riau penerima bantuan Program Kemandirian Pesantren Kementerian Agama mulai tahun 2021-2024 menyepakati Mewujudkan Pesantren Berdaya dan Membangun Ekosistem Dalam Memajukan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Kearifan Lokal di Bumi Melayu Riau, pada rabu, 26 Nopember 2025 di Hotel Bono Pekanbaru.

Kyai W Zainal Abidin selain sebagai narasumber, juga sebagai Ketua Hebitren Riau, Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi FKPP Riau dan Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia pada kesempatan tersebut menampung masukan dan mencatat point penting yang disepakati bahwa diperlukan tindaklanjut, minimal ada 3 hal yang perlu dilakukan, pertama untuk memetakan potensi kemampuan unit usaha ekonomi kreatif dimasing-masing pesantren yang siap dijadikan produk untuk didistribusikan antar pesantren atau peluang-peluang kerjasama yang bisa dikolaborasikan dalam berbagai sektor.

Contoh untuk investasi usaha pembibitan sawit di Pondok Pesantren Teknologi Riau Pekanbaru. Untuk pengembangan SDM bisa di beberapa Pondok Pesantren yang telah berhasil secara konsisten mengembangkan unit usahanya, seperti di Pusat Pelatihan Pengembangan Kemandirian Ekonomi ( PPKE ) Kopontren Al Amin Dumai sektor Pertanian Organik, budidaya jamur tiram dan olahannya, aneka keripik, kerupuk dan manisan.

Untuk inovasi santripreneur produk turunan sawit dikembangkan dalam bentuk ekosistem Santripreneur Sawit Kopontren Al Amin Collaboration bersama Ponpes Al Majidiyah Rokan Hilir dan Ponpes Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu untuk produk aneka sabun, kosmetik, coklat sawit dan rawon sawit.

Khusus untuk pertanian Green House dengan teknologi bisa juga dipelajari di Ponpes Darul Huda Ukui Pelalawan, Ponpes Al Amin Dumai berbasis pertanian organik, Ponpes Al Majidiyah Rokan Hilir, Ponpes Al Kautsar Pekanbaru, Ponpes Azam Insan Darussalam (Yazid) Rokan Hulu, Ponpes Ibnu Sina Siak, Ponpes Daarul Qur’an Darussalam Rokan Hulu, Ponpes Darul Arofah Rokan Hilir, Ponpes Asy Syakirin Rokan Hilir, Ponpes Al Muhsinin Rokan Hilir, dan Ponpes Bidayatul Hidayah Rokan Hilir.

Kedua, langkah yang perlu segera ditempuh dalam waktu dekat dan perlu disinergikan dengan berbagai pihak yaitu diperlukan adanya website memasarkan katalog khusus produk pesantren Riau sehingga menjadi langkah awal untuk mendata produk-produk pesantren Riau dan menjadi dasar adanya ekosistem dalam memenuhi produk yang dibutuhkan oleh semua pesantren di Provinsi Riau.

Ketiga, selain itu sangat perlu diadakan kegiatan pertemuan rutin dalam bentuk pertemuan forum diskusi ekosistem ekonomi pesantren untuk mengupdate potensi terkini dari masing-masing pesantren, terkhusus 66 Ponpes penerima inkubasi bisnis pesantren dari Kemenag RI sejak tahun 2021 se-Riau dengan target diskusi yang terukur dan berkelanjutan.

Kanwil Kemenag Riau melalui Kabid. PAPKIS H. Syahrudin diantaranya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan, pertama, untuk kembali menumbuhkan semangat Pondok Pesantren dalam fungsinya sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi bisnis pesantren melalui masing-masing pesantren yang telah mendapatkan bantuan program kemandirian pesantren dari Kementerian Agama, dengan menghadirkan salah satu BUMTREN yang sudah promosi produknya sampai ke manca negara tahun 2024 lalu ke Belanda yaitu Kopontren Al Amin Kota Dumai Riau, dengan harapan agar pesantren yang ikut pelatihan bisa lebih memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di pesantren masing-masing dengan memiliki visi dan falsafah pengembangan bisnis pesantren yang sama didasari semangat yang tinggi membangun jaringan ekonomi antar pesantren dan masyarakat sekitar. Kedua, Kanwil Kemenag Riau melalui Kabid.PAPKIS mencoba mensinergikan potensi yang ada di 66 Pesantren se-Riau ini dengan Pemerintah Provinsi Riau, dengan menghadirkan narasumber dari PLUT KUMKM Privinsi Riau dengan harapan dapat memfasilitasi kegiatan ekonomi kreatif di pesantren bisa lebih berkembang dan maju.

Pesan Kasubdit DPM Dr. H. Suwardi : Tetap Manut Kyai, Ingat! Prestasi dan Majunya kita di Pesantren karena kebaikan dan do’a Kyai

Kabar Pesantren Indonesia ( Pekanbaru ) – Ada pesan menarik dari Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Dr. H. Suwardi, M.Pd di penutupan kegiatan Workshop Pengembangan Digital Marketing, “Tetap Manut Kyai, Ingat! Prestasi dan Majunya kita di Pesantren karena kebaikan dan do’a Kyai. Jangan sampai kita yang telah mendapatkan amanah dari Kyai untuk mengajar, memegang Jabatan yang diberikan Kyai, kemudian kita secara tidak terasa memiliki banyak kemampuan dan keahlian serta menjadi ahli dan terkenal dimana-mana. Lalu kita lupa bahwa kita bisa seperti ini karena kebaikan Kyai kita.

Dalam rangka pelaksanaan Program Kemandirian Pesantren Tahun 2025 menuju Pesantren Berdaya, bersama ini Direktorat Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Digital Marketing Inkubasi Bisnis Pesantren yang diikuti 15 Ponpes se-Riau pada hari jum’at-minggu, tanggal 14-16 November 2025 di Hotel Aryaduta Pekanbaru Jl. Diponegoro No.34, Simpang Empat, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru.

Peserta Workshop dari perwakilan pesantren penerima inkubasi bisnis pesantren tahun 2021-2024 dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Kota Dumai.

Pesantren Riau Penerima Inkubasi Bisnis Kemenag RI 2021-2025 Fokus Mewujudkan Pesantren Berdaya Dengan Fokus Pada Visi dan Falsafah Bisnis Pesantren

Berita Pesantren Riau ( Pekanbaru ) – Rabu, 26 Nopember 2025 Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren yang ditaja Kanwil Kemenag Riau melalui Kabid PAPKIS, Bumtren Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai Bersama 66 Ponpes se Riau membedah dan Sepakat Bersama Mewujudkan Pesantren Berdaya dengan fokus pada Visi dan Falsafah Mulia Bisnis Pesantren Dalam Upaya Mengembangkan Ekonomi Kreatif Mendukung Program Pesantren Berdaya Berbasis Kearifan Lokal dimasing-masing Pondok Pesantren. Diantaranya memaksimalkan peran Pesantren dalam menerapkan nilai-nilai ekonomi dan keuangan Syariah sektor sawit baik sisi hulu hingga hilirisasinya yang merupakan potensi kearifan lokal Riau.

BUMTREN Kopontren Al Amin melalui Kyai W Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd., salah satu narsumber pada kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Angkatan I dan Angkatan II Tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut seluruh peserta dari Kyai Bu Nyai Buya Asatidz dan Ustadzah Peserta dari 66 Ponpes se-Riau Penerima Inkubasi Bisnis Pesantren mulai tahun 2021-2025 sepakat untuk mewujudkan Pesantren Berdaya dengan fokus pada Visi Bisnis Pesantren, yaitu minimal berorientasi pada 4 hal utama :
1. Menciptakan Kemandirian Ekonomi
2. Membentuk Wirausahawan Islami
3. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
4. Memperkuat Identitas Pesantren
Semua diniatkan untuk tujuan sebagai sarana dakwah sambil menerapkan nilai-nilai ajaran islam, seperti nilai disiplin yang tinggi dalam sholat, yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan keutamaan berkahnya Al Qur’an serta menjadikan semua aktifitas sebagai bagian ibadah.

Semangat kuat 80 Peserta perwakilan 66 Pesantren tersebut dalam menjalankan visi Bisnis Pesantren didasari 5 falsafah yang pandangan hidup yang mendasari sikap dan tindakan baik secara individu atau masyarakat dilingkungan Pesantren. Adapun 5 Falsafah Bisnis Pesantren tersebut adalah :
1. Pendidikan dan Pelatihan Praktis
2. Akhlak dan Etika Bisnis Syariah
3. Timbal Balik Santri dan Pesantren
4. Pengembangan SDM
5. Berbasis Komunitas dan Kemitraan

Pada kesempatan tersebut, Kyai W. Zainal Abidin selaku Ketua Hebitren Riau yang juga Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia ( FEPI ) menyampaikan lambatnya respon pemerintah terhadap potensi kemandirian ekonomi yang ada di Pesantren diantaranya masalah data potensi pesantren terkait di pemberdayaan ekonomi. Jika ada data maka pihak Kemenag akan mudah untuk mensinergikan dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait untuk memajukan potensi pesantren. Sehingga pada kegiatan tersebut perwakilan 66 Ponpes menyampaikan informasi potensi dan langkah-langkah yang sudah dilakukan dan rencana yang akan dilakukan secara tertulis terkait 4 item fokus pada Visi Bisnis Pesantren. Ada 3 Kyai juga Pengelola Bisnis Pesantren perwakilan beberapa pesantren dari Rokan Hulu, Pekanbaru dan Pelalawan yang mempresentasikan di depan seluruh Peserta Pelatihan.

Kabid. PAPKIS Dr. H. Syahrudin, M.Sy sangat mengapreasiasi semangat dan upaya pendataan yang dilakukan 66 Pesantren Penerima Inkubasi Kemandirian Pesantren untuk mewujudkan Pesantren yang berdaya. Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang PAPKIS dalam pelatihan tersebut, menghadirkan BUMTREN Kopontren Al Amin sebagai narasumber, sebagai salah satu penerima inkubasi 2021 sektor pertanian organik yang sukses dan berhasil ke pasar ritel modern Farmers Market dan sebagai Pesantren Penerima SIEXPO Award 2025, merupakan pesantren perdana dalam sejarah pesantren Indonesia terbaik dalam Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit. Selain dari Al Amin Dumai juga diisi narasumber dari PLUT KUMKM Provinsi Riau, yang berkomitmen kuat untuk mendampingi dan mengawal ekonomi kreatif Pesantren Riau naik kelas, sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam memajukan potensi kearifan lokal UKM masyarakat Riau antara kemenag, pesantren dan pemerintah daerah.