Buku Jejak Juang Kiai Hamid Dimyathi Pacitan Diarsipkan Perpusnas, Jadi Amunisi Baru Pengajuan Gelar Pahlawan

Pacitanku.com, JAKARTA – Upaya berkelanjutan untuk mengusulkan Kiai Hamid Dimyathi sebagai Pahlawan Nasional mendapat dukungan penting setelah buku sejarah perjuangan beliau, “Jejak Juang Kiai Hamid Dimyathi”, secara resmi diserahkan dan diterima oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Penyerahan itu dilakukan oleh penulis buku Subiyanto Munir pada Senin, 3 November 2025 di kantor Perpusnas di Jalan Medan Merdeka Selatan Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat.

Pengarsipan ini menjadi landasan referensi yang kuat bagi pengajuan gelar di tahun mendatang.

Subiyanto Munir, penulis buku sekaligus anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Pacitan, menyatakan bahwa penyerahan buku ber-ISBN tersebut merupakan kewajiban agar karya itu terarsip dan menjadi koleksi induk di Perpusnas.

“Hari ini buku tersebut sudah kami serahkan kepada bagian penerimaan buku di Perpustakaan Nasional yang diterima langsung oleh petugas dan Insyaallah dalam waktu yang tidak lama buku yang tercipta tentang kepahlawanan Kiai Hamid Dimyathi di masa awal-awal kemerdekaan akan menjadi bagian dari buku yang tersedia di Perpustakaan Nasional,”kata Subiyanto, saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Senin siang.

Buku cetakan ketiga yang diterbitkan oleh PT Suara Muhammadiyah Yogyakarta ini merupakan hasil penelitian mendalam yang dilakukan oleh TP2GD Pacitan.Meskipun Kiai Hamid Dimyathi belum menjadi prioritas pengesahan Pahlawan Nasional pada tahun 2025, langkah pengarsipan di Perpusnas ini diharapkan menjadi titik awal baru, mengingat pengusulan beliau baru diajukan dua kali.Subiyanto optimistis bahwa ketersediaan buku ini akan memperluas syiar tentang kepahlawanan Kiai Hamid dari Pondok Pesantren Tremas Arjosari Pacitan.

Dia juga mendorong seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Pacitan, untuk memperkuat dukungan politis dan penyediaan referensi.“Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Perpustakaan diimbau menyebarluaskan buku ini ke semua lapisan masyarakat dengan menyediakan anggaran penggandaan sebagai bacaan massal masyarakat Pacitan. Serta Dinas Sosial Kabupaten Pacitan diminta terus berkonsultasi dengan Dinas Sosial Provinsi untuk melanjutkan pengusulan secara terus menerus pada tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.Buku yang dicetak sebanyak 500 eksemplar ini setelah melalui mekanisme verifikasi teknis akan dicatat dan dimasukkan ke dalam koleksi Perpusnas, menyediakan referensi sejarah yang kuat dan mendukung proses pengusulan gelar pahlawan di tahun-tahun mendatang.

Diterbitkan oleh Media Santri Nusantara

Media Informasi Pendidikan, Dakwah, Pemberdayaan Ekonomi

Tinggalkan komentar