Info Santripreneur Dumai Riau – Dengan didampingi Pak Teguh Sang Petani bersama dengan para santri memanfaatkan batang pisang sebagai bahan yang berasal dari kearifan lokal yang ada di lingkungan pesantren yang digunakan untuk nutrisi/pupuk tanaman pertanian di pesantren Al Amin Dumai sebagai bentuk mendukung Program Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi, Ahad, 14 Desember 2025 Pembelajaran dan Praktek Bagi Santri Wustha/SMP dan Aliyah/SMA Ponpes Al Amin Dumai

Batang Pisang/Gedebog itu kaya nutrisi. Batang pisang mengandungi kira-kira 80 peratus nitrogen (N), yang menyokong pertumbuhan tumbuh-tumbuhan seperti daun, batang, dan akar. Di samping itu, terdapat fosforus (P) dan kalium (K) yang penting untuk pertumbuhan tumbuhan.
Sumber Energi untuk Mikroorganisme Lokal
Selain nutrien utama, batang pisang juga mengandungi banyak kanji atau karbohidrat yang menjadi makanan bagi mikroorganisma tempatan di dalam tanah. Ia membantu dalam proses penguraian dan menghasilkan kompos berkualiti tinggi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Basri K pada 2023, Limbah batang pisang dapat dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC).
Menurut Gultom, Sitompul & Rezeqi pada penelitian yang dilakukan mereka pada tahun 2021, batang pohon pisang pada dasarnya memiliki kandungan sebesar kalsium 16%, fosfor 32% dan kalium 23%. Kandungan baik yang dimiliki batang pohon pisang tersebut dapat diolah mnejadi POC. Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair.
Pembuatan POC berbahan dasar utama batang pohon pisang memerlukan bahan tambahan seperti 200 gram gula pasir atau gula merah, 3 liter air tanah atau air sumur, 2 tutup botol Effective Microorganism (EM4), ember, dan karung bekas. Proses pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah batang pisang adalah sebagai berikut:
- Potong bagian dalam batang pisang menjadi bagian yang lebih kecil, lalu masukkan ke dalam karung bekas.
- Campurkan air dengan gula dalam ember, kemudian aduk rata hingga gula larut. Masukkan karung berisi potongan batang pisang ke dalam campuran air gula hingga terendam sepenuhnya.
- Tutup rapat ember dan simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 7 hingga 10 hari.
- Pupuk yang berhasil difermentasi akan mengeluarkan aroma mirip tape. Jika fermentasi yang dihasilkan memiliki bau menyengat dan tidak sedap menandakan proses fermentasi gagal dan harus dibuang. Catatan untuk dapat selalu membuka tutup ember setiap hari dan mengaduk campuran agar gas hasil fermentasi dapat keluar.
- Angkat karung berisi batang pisang cincang. Sisa batang pisang dapat dimanfaatkan sebagai kompos, sedangkan cairan di dalam ember menjadi pupuk organik cair.
- Sebelum digunakan larutkan pupuk organik cair limbah batang pisang dengan air tanah atau air sumur. Gunakan perbandingan 1:15 yaitu satu bagaian pupuk cair yang dicampur dengan 15 bagian air.
- Aplikasikan pupuk organik cair limbah batang pisang sebanyak 2 kali dalam seminggu. Siramkan larutan tersebut di sekitar tanah untuk meningkatkan kesuburan pada tanah.
Berikut merupakan cara membuat pupuk organik cair dari batang pohon pisang. Pisang yang merupakan tanaman dengan beribu manfaat, sayang sekali jika bagian batangnya yang kerap kali terbuang tidak dimanfaatkan. Maka dari itu, jika terdapat batang pohon pisang yang tak terpakai, ikuti langkah di atas untuk mengolahnya menjadi pupuk.
Jadi, mari kita manfaatkan potensi tersembunyi ini untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan efisien.
