Pesantren Riau Penerima Inkubasi Bisnis Kemenag RI 2021-2025 Fokus Mewujudkan Pesantren Berdaya Dengan Fokus Pada Visi dan Falsafah Bisnis Pesantren

Berita Pesantren Riau ( Pekanbaru ) – Rabu, 26 Nopember 2025 Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren yang ditaja Kanwil Kemenag Riau melalui Kabid PAPKIS, Bumtren Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Dumai Bersama 66 Ponpes se Riau membedah dan Sepakat Bersama Mewujudkan Pesantren Berdaya dengan fokus pada Visi dan Falsafah Mulia Bisnis Pesantren Dalam Upaya Mengembangkan Ekonomi Kreatif Mendukung Program Pesantren Berdaya Berbasis Kearifan Lokal dimasing-masing Pondok Pesantren. Diantaranya memaksimalkan peran Pesantren dalam menerapkan nilai-nilai ekonomi dan keuangan Syariah sektor sawit baik sisi hulu hingga hilirisasinya yang merupakan potensi kearifan lokal Riau.

BUMTREN Kopontren Al Amin melalui Kyai W Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd., salah satu narsumber pada kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Angkatan I dan Angkatan II Tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut seluruh peserta dari Kyai Bu Nyai Buya Asatidz dan Ustadzah Peserta dari 66 Ponpes se-Riau Penerima Inkubasi Bisnis Pesantren mulai tahun 2021-2025 sepakat untuk mewujudkan Pesantren Berdaya dengan fokus pada Visi Bisnis Pesantren, yaitu minimal berorientasi pada 4 hal utama :
1. Menciptakan Kemandirian Ekonomi
2. Membentuk Wirausahawan Islami
3. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
4. Memperkuat Identitas Pesantren
Semua diniatkan untuk tujuan sebagai sarana dakwah sambil menerapkan nilai-nilai ajaran islam, seperti nilai disiplin yang tinggi dalam sholat, yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan keutamaan berkahnya Al Qur’an serta menjadikan semua aktifitas sebagai bagian ibadah.

Semangat kuat 80 Peserta perwakilan 66 Pesantren tersebut dalam menjalankan visi Bisnis Pesantren didasari 5 falsafah yang pandangan hidup yang mendasari sikap dan tindakan baik secara individu atau masyarakat dilingkungan Pesantren. Adapun 5 Falsafah Bisnis Pesantren tersebut adalah :
1. Pendidikan dan Pelatihan Praktis
2. Akhlak dan Etika Bisnis Syariah
3. Timbal Balik Santri dan Pesantren
4. Pengembangan SDM
5. Berbasis Komunitas dan Kemitraan

Pada kesempatan tersebut, Kyai W. Zainal Abidin selaku Ketua Hebitren Riau yang juga Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia ( FEPI ) menyampaikan lambatnya respon pemerintah terhadap potensi kemandirian ekonomi yang ada di Pesantren diantaranya masalah data potensi pesantren terkait di pemberdayaan ekonomi. Jika ada data maka pihak Kemenag akan mudah untuk mensinergikan dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait untuk memajukan potensi pesantren. Sehingga pada kegiatan tersebut perwakilan 66 Ponpes menyampaikan informasi potensi dan langkah-langkah yang sudah dilakukan dan rencana yang akan dilakukan secara tertulis terkait 4 item fokus pada Visi Bisnis Pesantren. Ada 3 Kyai juga Pengelola Bisnis Pesantren perwakilan beberapa pesantren dari Rokan Hulu, Pekanbaru dan Pelalawan yang mempresentasikan di depan seluruh Peserta Pelatihan.

Kabid. PAPKIS Dr. H. Syahrudin, M.Sy sangat mengapreasiasi semangat dan upaya pendataan yang dilakukan 66 Pesantren Penerima Inkubasi Kemandirian Pesantren untuk mewujudkan Pesantren yang berdaya. Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang PAPKIS dalam pelatihan tersebut, menghadirkan BUMTREN Kopontren Al Amin sebagai narasumber, sebagai salah satu penerima inkubasi 2021 sektor pertanian organik yang sukses dan berhasil ke pasar ritel modern Farmers Market dan sebagai Pesantren Penerima SIEXPO Award 2025, merupakan pesantren perdana dalam sejarah pesantren Indonesia terbaik dalam Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit. Selain dari Al Amin Dumai juga diisi narasumber dari PLUT KUMKM Provinsi Riau, yang berkomitmen kuat untuk mendampingi dan mengawal ekonomi kreatif Pesantren Riau naik kelas, sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam memajukan potensi kearifan lokal UKM masyarakat Riau antara kemenag, pesantren dan pemerintah daerah.

Diterbitkan oleh Media Santri Nusantara

Media Informasi Pendidikan, Dakwah, Pemberdayaan Ekonomi

Tinggalkan komentar