Kopontren Al Amin Dumai Mengajak Pesantren Memaksimalkan Potensi Kearifan Lokal Sektor Sawit Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Yang Ditaja Kanwil Kemenag Riau

Berita Pesantren Riau – Pekanbaru – Potensi yang besar berbasis kearifan lokal di Provinsi Riau yang bisa dilirik pesantren adalah sektor sawit, sisi hulu hingga hilirnya. Kyai W. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.Pd Ketua Kopontren Al Amin Dumai Mengajak Pesantren Memaksimalkan Potensi Kearifan Lokal Sektor Sawit Pada Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren Yang Ditaja Kanwil Kemenag Riau beberapa hari lalu. Itu diantara ajakan yang disampaikan oleh Kyai Zainal sapaan Beliau yang juga Ketua Hebitren Riau dan Wakil Ketua Umum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia tersebut.

Produk hilirisasi sawit mencakup berbagai macam produk seperti minyak goreng, margarin, dan produk pangan olahan lainnya; oleokimia seperti gliserin dan asam lemak untuk industri kosmetik dan deterjen; bioenergi seperti biodiesel dan bioetanol; serta produk biomassa seperti bioplastik, kompos, dan biochar dari pelepah dan tandan kosong. Ini merupakan potensi luas bagi pesantren untuk ikut berperan mengembangkannya menjadi ekonomi kreatif pesantren.

Hal ini dicontohkan sebagaimana yang sudah dilakukan di Ponpes Al Amin Dumai melalui BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Kota Dumai Riau dalam jaringan kemitraan antar Pesantren dengan 2 pesantren, yaitu, Ponpes Al Majidiyah Rokan Hilir dan Ponpes Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu untuk produk aneka sabun dan kosmetik, pupuk organik, olahan pangan ; coklat sawit dan rawon sawit.

Biomaterial menjadi salah satu masa depan dari pemanfaatan produk hilir sawit. Kampanye terhadap penggunaan produk berbahan material sawit yang telah diolah dan dikomersialisasi diharapkan dapat meningkatkan serapan terhadap berbagai produk yang berasal dari sawit, sehingga produk yang dihasilkan bukan hanya bertumpu pada minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Kyai W Zainal Abidin memberikan contoh tren produk sabun dan kosmetik yang berbahan dasar minyak sawit. Dengan mengganti bahan dasar tersebut, selain ramah lingkungan juga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk.

“sabun dan Kosmetik ini juga cukup banyak karena trennya sekarang natural, bioproduk. Kemarin saya juga pernah melihat salah satu startup membuat kosmetik lotion berbahan sawit yang sangat nyaman bagi kulit,” ujarnya.

Menurutnya, minimal ada 3 faktor yang mempengaruhi populernya produk aneka sabun dan kosmetik biomaterial saat ini. Pertama, regulasi dalam industri kosmetik tidak serumit regulasi dalam industri obat.

Kedua, industri kosmetik tidak dipengaruhi oleh harga, tidak seperti industri makanan minuman (mamin). Ketiga, biaya penelitian dan pengembangan (R&D) di industri kosmetik terhitung lebih murah.

Kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif Pesantren yang ditaja oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Rabu, 26 Nopember 2025 di Hotel Bono Pekanbaru yang dibuka oleh Kabid. PAPKIS Dr. H. Syahrudin, M.Sy. Kegiatan tersebut diikuti 80 Peserta dari 2 Angkatan, Angkatan I dan Angkatan II yang berasal dari 66 Pondok Pesantren se-Riau Penerima Program Inkubasi Bisnis Pesantren sejak tahun 2021 hingga tahun 2025.

Kabid PAPKIS Kanwil Kemenag Provinsi Riau Membuka Kegiatan Pelatihan Angkatan I dan II, Rabu, 26 Nopember 2025

Kegiatan tersebut diisi dengan narasumber dari 2 lembaga, pertama dari BUMTREN Koperasi Produsen Pondok Pesantren ( Kopontren ) Al Amin Dumai Peraih SIEXPO AWARD 2025 Kategori Inovasi Santripreneur Produk Turunan Sawit, Pesantren Pertama Penerima Penghargaan Santripreneur Sawit se-Indonesia. Narasumber kedua dari PLUT KUMKM Provinsi Riau, yang memiliki tupoksi untuk mendampingi dan menjadikan UKM ekonomi kreatif pesantren Riau naik kelas.

Kabid PAPKIS H. Syahrudin Menemani Para Narasumber dari BUMTREN Kopontren Al Amin Dumai dan PLUT KUMKM Provinsi Riau

Diterbitkan oleh Media Santri Nusantara

Media Informasi Pendidikan, Dakwah, Pemberdayaan Ekonomi

Tinggalkan komentar