LAZNAS Mandiri Amal Insani Mendorong Santri Berdaya Mandiri

Berita Santri Mandiri Dumai Riau – Kolaborasi LAZNAS Mandiri Amal Insani Bersama Unit Budidaya Jamur Tiram Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Amin Koperasi Primer Provinsi Riau Sektor Pertanian dan Perkebunan serta Olahan dimulai sejak Mei 2025 Lalu.

PERHITUNGAN OPERASIONAL BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Bagaimana perhitungan operasional jamur tiram? Bersama ini Tim Jamur Tiram Al Amin Dumai mencoba ikut membantu, bahwa perhitungan operasional budidaya jamur tiram itu melibatkan perhitungan biaya produksi dan pendapatan.

Biaya operasional meliputi biaya tenaga kerja, biaya listrik, bahan habis pakai (seperti plastik dan bibit), serta biaya pemeliharaan. sedangkan pendapatan dihitung dari total hasil panen (kg) dikalikan dengan harga jual per kg. Keuntungan diperoleh dari pendapatan bersih setelah dikurangi total biaya produksi. 

1. Perhitungan Biaya Operasional (Bisa per periode/bulan) 

  • Biaya Tenaga Kerja: Biaya untuk tenaga kerja pembuatan baglog dan pemeliharaan harian. Contoh biaya pemeliharaan harian adalah sekitar Rp 1.200.000 per bulan untuk 4 bulan, seperti pada studi kasus GDM Organik
  • Biaya Bahan Habis Pakai:
    • Biaya pembelian bibit jamur (baglog).
    • Biaya plastik PE atau plastik kemas untuk baglog.
    • Biaya listrik untuk pompa, lampu, dan peralatan lain.
    • Biaya lain-lain seperti paku, pisau, sprayer, dan termometer.
  • Biaya Pemeliharaan: Biaya yang dikeluarkan selama masa pemeliharaan, seperti biaya perawatan kumbung atau biaya pembersihan. 

2. Perhitungan Pendapatan 

  • Total Hasil Panen:
    • Hitung potensi hasil panen dari setiap baglog. Satu baglog dapat menghasilkan sekitar 500-800 gram jamur, dengan perkiraan rata-rata 500 gram, seperti dihitung MadaniTec.
    • Kalikan hasil panen per baglog dengan jumlah total baglog yang dibudidayakan untuk mendapatkan total hasil panen dalam kg. Contoh: 1000 baglog x 0,5 kg/baglog = 500 kg.
  • Total Pendapatan Kotor:
    • Kalikan total hasil panen (kg) dengan harga jual per kg jamur tiram. Contoh: 500 kg x Rp 20.000/kg = Rp 10.000.000. 

3. Perhitungan Keuntungan 

  • Pendapatan Bersih (Laba):

𝑃𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ=Total Pendapatan Kotor−Total Biaya Operasional

  • Contoh: Rp 10.000.000 – (biaya operasional 3 bulan) = Laba bersih.
  • Untuk perhitungan jangka panjang, pertimbangkan juga keuntungan dari panen berulang di setiap baglog. 

4. Faktor Penting Lain 

  • Periode Budidaya: Satu siklus budidaya jamur tiram membutuhkan waktu sekitar 4 bulan atau 120 hari (termasuk pembuatan dan inkubasi baglog).
  • Skala Usaha: Semakin besar skala usaha (misalnya, jumlah baglog), semakin besar potensi modal yang dibutuhkan dan potensi keuntungan yang bisa diperoleh, seperti diungkapkan oleh CIMB Niaga.
  • Analisis Kelayakan: Setelah perhitungan biaya dan pendapatan, lakukan analisis kelayakan usaha dengan menghitung R/C Ratio (Return Cost Ratio) atau ROI (Return on Investment) untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak dijalankan. 

Diterbitkan oleh Media Santri Nusantara

Media Informasi Pendidikan, Dakwah, Pemberdayaan Ekonomi

Tinggalkan komentar