Dumai, Rabu, 24 September 2025 – Santri Pondok Pesantren Al Amin Kota Dumai Jenjang Aliyah/SLTAnya tidak hanya hafal Al Qur’an dan bisa membaca kitab serta terbiasa dengan kegiatan life skill pertanian dan olahan, tapi telah membuktikan mampu berkompetensi di pelajaran umum. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2025 Tingkat Kota Dumai dengan meraih Juara I mata pelajaran Ekonomi atas nama Riyan Pratama santri kelas XI MAS Al Amin Dumai.
“Prestasi santri MAS Al Amin Dumai ini adalah diantara barokah yang Allah hadirkan ketika kita mau belajar dan bekerja keras serta tidak ketinggalan untuk terus bersyukur dan selalu melibatkan Allah dalam semua situasi dan kegiatan. Keberhasilan santri ini juga sangat ditentukan oleh dukungan kuat orang tua dan adanya guru -guru yang penuh berkah ” ujar Kyai W Zainal Abidin, Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Dumai yang juga Rois Jatman Wustha Riau dan Ketua Hebitren Riau.
Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai H. Alfian, secara resmi menutup rangkaian yang berlangsung di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai, Rabu (24/09/2025) pagi.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Dumai H. Alfian memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan ajang ini sebagai pengalaman berharga dan terus meraih prestasi kedepannya.
“Terima kasih atas partisipasi semua pihak. Jangan takut mencoba, karena jika tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu kapan akan sukses. Pengalaman tidak bisa dibeli, maka manfaatkan setiap kesempatan sebagai pembelajaran dan terus meraih prestasi,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa lomba bukan sekadar persoalan menang atau kalah, tetapi menjadi sarana untuk terus berproses.
Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis), Januarizal pada kegiatan tersebut mengapresiasi atas kerjasama seluruh pihak, hingga penyelenggaraan OMI dari hari pertama hingga hari ketiga berjalan dengan lancar. “Seluruh peserta hadir sesuai daftar nominatif, tak ada kendala teknis hingga ditetapkan peserta terbaik ditiap tingkatan dan mata pelajaran,” ucapnya.
