
Den Haag, 18-19 Mei 2024
Pondok Pesantren Al Amin Dumai sebagai Pesantren terbaik Peringkat Pertama se- Indonesia dalam ajang pemilihan “Pesantren Bisnis Challenge” yang diselenggarakan Kementerian Agama tahun 2018 lalu. Melalui berbagai unit usahanya sebagai Koperasi Produsen Kopontren Al Amin yang berdiri sejak tahun 2010, kemudian terpilih menjadi koperasi terbaik tingkat Kota Dumai tahun 2018 dan terbaik tingkat provinsi Riau tahun 2020 terus melakukan upaya terobosan menuju Kemandirian Ekonomi Santri dan PesantrenPesantren serta pemberdayaan masyarakat.
Salah satu fokus kegiatannya adalah pengembangan UKMK santripreneur sawit dengan produk-produk hilirisasi sawit. Kopontren Al Amin sebagai Koperasi Primer Provinsi Riau menggandeng mitra baik dari Pesantren di Riau dan sekitarnya serta pihak-pihak terkait untuk sinergi dan kolaborasi dalam pengembangannya sejak di launching oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin pada 1 Oktober 2020 yang di sponsori oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS ).
Diawali pendampingan dan didorong event-event yang diselenggarakan BPDPKS sehingga menambah wawasan dan informasi serta komunikasi dalam upaya pengembangan potensi hilirisasi sawit ini. Hal ini mendorong Santripreneur Sawit Al Amin dengan semangat kreatifitasnya memiliki 5 jenis pengembangan hilirisasi sawit hingga Mei 2024 ini, satu, aneka kerajinan lidi sawit, dua, makanan yang diolah dengan minyak Kelapa sawit dan minyak merah sawit. tiga, aneka sabun dan kosmetik, empat, batik dari bahan sawit, dan ke lima, limbah sawit untuk media tanam dan pupuk organik.
Inovasi dan kreatifitas Santripreneur sawit Al Amin ini akhirnya mendapatkan kepercayaan mengikuti beberapa event Nasional yang diselenggarakan BPDPKS. Terkhusus dibulan April 2024 mendapatkan undangan untuk mengikuti Pameran pada Puncak Kegiatan Festival Islam Kepulauan ( FIK ) di Den Haag Belanda pada tanggal 18-19 Mei 2024 yang diselenggarakan oleh PCI NU Belanda dan dalam hal ini Kopontren Al Amin Dumai mendapatkan dukungan pendanaan untuk menghadiri kegiatan tersebut dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS ).
Kita hadir ini dalam rangka mengangkat citra produk Santripreneur sawit dengan mengenalkan produk-produk kita di tingkat internasional dan membuka peluang kerjasama pemasaran, ya intinya kalau di pesantren demgan istilah menjalin silaturahmi, begitu jelas Kyai W Zainal Abidin Ketua Kopontren Al Amin Dumai.
Semoga melalui kegiatan pameran tersebut atas dukungan BPDPKS dapat berlangsung dengan lancar, berkah dan sukses sehingga tercapai tujuan yang diharapkan atas keikutsertaan Ponpes Al Amin Dumai dan manfaat yang diterima tidak hanya bagi Ponpes Al Amin Dumai, juga termasuk Santripreuner dan bagi Kopontrennya serta kemajuan dan pengembangan UKMK Kelapa Sawit pada khsususnya dan penguatan hilirisasi kelapa sawit pada umumnya, yg berguna bagi perekonomian negara Indonesia tercinta. Aamiin, demikian keterangan Plt Direktur Kemitraan Bapak Kabul Wijayanto yang dihubungi komunikasi via WA menjelang keberangkatan Kyai W. Zainal Abidin Ketua Kopontren Al Amin Dumai dan Kyai Jamzuri Pesantren Mitra dari Pesantren Azam Insan Darussalam ( Yazid ) Rokan Hulu Riau yang menjabat Ketua Bidang Pengembangan Santripreneur Sawit Kopontren Al Amin yang akan mengikuti pameran di Festival tersebut.
Semoga ada tindak lanjut dan produk Santripreuner Sawit berbahan Sawit maupun Turunan Sawit Kopontren Al Amin Dumai dapat diterima, dipasarkan, diminati dan dibeli, sekaligus sebagai kampanye sawit baik, untuk menaikkan citra positif kelapa sawit dan keberterimaanya di negara Belanda…Aamiin, komentar Pak Kabul ketika dikirimi video kegiatan pameran berupa ucapan terima kasih atas kehadiran Al Amin dengan dukungan BPDPKS dari pihak Panitia yang diwakili Gus Dawam dari jajaran Anshor NU Belanda.
Pameran berlangsung tanggal 18-19 Mei 2024, produk Santripreneur sawit ikut menyemarakkan di puncak acara tersebut dengan adanya doorprize bagi pengunjung disela-sela diskusi dan penampilan penampilan tarian daerah, sholawat dengan hadroh dan lain-lain yang menunjukkan ciri khas islam di Nusantara. Termasuk Tim Santripreneur sawit Al Amin Dumai mengenalkan tutup kepala yang namanya tanjak yang unik dan merupakan khas budaya daerah melayu Riau Islam Kepulauan titipan Walikota Dumai. Pada kesempatan tersebut langsung disematkan 4 tanjak kepada Ketua Syuriah PCI NU Belanda KH. Nur Hasyim, Koordinator Fungsi Politik Bapak Febrizki Bagja Mukti dari KBRI Den Haag Belanda mewakili Atase Perdagangan Ibu Annisa Hapsari yang berhalangan hadir, Ketua Tanfidziyah PCI NU Belanda Kyai Nur Ahmad dan Ketua Panitia Bapak Briyan. Pemasangan tanjak juga diberikan kepada Gus Sabrang yang ikut mengisi panggung di hari akhir kegiatan Festival tersebut didepan booth santripreneur.
Diantaranya produk Santripreneur yang kita kenalkan dan promosikan di pameran tersebut yang mendapatkan respon paling cepat adalah produk makanan, yang kedua kerajinan lidi sawit, yang ketiga, produk batik yang keempat adalah produk kosmetik serta banyak catatan dan masukan berharga terhadap produk kita selama kita mengikuti pameran baik dari pengunjung maupun pihak KBRI Den Haag Belanda.
Pak Royhan Nevy Wahab Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Den Haag Belanda hadir ke Booth Santripreneur Sawit Al Amin Dumai melihat potensi besar di produk-produk yang kita pamerkan. Beliau merekomendasikan terhadap beberapa produk yang butuh ijin khusus selain memiliki standar ijin Indonesia agar mendapatkan pendampingan dari PUM terkait standar produk yang bisa masuk dan beredar di Belanda dan Eropa. Demikian penjelasan Kyai W Zainal Abidin terkait informasi dan perkembangan selama kegiatan pameran.
Pengurus PCI NU Belanda Kyai Nur Hasyim menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Santripreneur Sawit Kopontren Al Amin Dumai ikut menyemarakkan acara Festival Islam Kepulauan beserta aneka produknya yang sangat menarik dan bagus serta menjadi daya tarik bagi pengunjung. Pihak KBRI Bapak Febrizki sangat senang dan bahagia mendapatkan buku FAKTA VS MITOS terkait Sawit dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris, serta memberikan apresiasi luar biasa kepada Kopontren Al Amin Dumai yang telah menyerahkan dan kepada BPDPKS yang telah melakukan pengadaan buku tersebut, sehingga bisa menjadi referensi bagi pihak KBRI Den Haag di Belanda dalam menjawab black campaign tentang sawit Indonesia. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan kerjasama Kopontren Al Amin Dumai dengan Anshor PCI NU Belanda untuk ikut membantu mempromosikan produk produk Kopontren Al Amin Dumai di tengah tengah masyarakat di Belanda.
“Semangat kita Santripreneur Sawit Kopontren Al Amin Dumai terus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Contoh dalam persiapan keberangkatan kita ke Belanda kemarin kita juga mendapatkan dukungan selain dari BPDPKS kita juga mendapatkan support dari Pertamina RU II Dumai, Danlanal Dumai, tokoh masyarakat dan BSI dalam menyiapkan beberapa hal mendukung pengurusan keberangkatan kita, tidak ketinggalan juga koordinasi dan silaturahmi bersama pihak Pemerintah, Swasta, Organisasi Kemasyarakatan mulai tingkat daerah, wilayah dan Pusat.
Dalam setiap silaturahmi dan kegiatan kita terus mengkampanyekan sawit adalah Pilar Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan. Oleh karena itu sangat diperlukan Kreatif, Kerja Keras dan Disiplin menjadikan Sawit Zero Waste, sehingga menjadikan fungsi Limbah Sawit Membawa Berkah Menuju Mandiri Pupuk dan Pangan Sehat, sebagai upaya mengangkat citra Indonesia, Islam Kepulauan dimata dunia.” demikian penyampaian penutup Kyai Zainal saat diwawancarai.



















